PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 gudang ketahanan pangan yang tersebar di seluruh Indonesia. Peresmian yang dipusatkan di SPPG Palmerah, Jakarta, ini menandai langkah konkret Polri dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk mengatasi masalah gizi dan pangan di tingkat akar rumput.
Tinjauan Langsung Proses Produksi Makanan Bergizi
Dalam kunjungan kerjanya, Presiden tidak hanya meresmikan fasilitas, tetapi juga turun langsung melihat proses produksi. Beliau meninjau dapur produksi SPPG Palmerah, menyaksikan bagaimana makanan bergizi disiapkan secara higienis. Bahkan, Presiden mencicipi langsung salah satu menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat.
Perhatian juga diberikan pada penerapan teknologi modern di fasilitas tersebut. Presiden mengamati penggunaan food tray dan UV sterilizer yang berfungsi untuk mensterilkan peralatan makan, sebuah langkah krusial untuk menjamin keamanan dan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi, terutama oleh kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu hamil.
Greenhouse dan Kemandirian Bahan Baku
Lebih dari sekadar dapur modern, SPPG Palmerah juga mengembangkan kemandirian bahan baku. Presiden Prabowo mengunjungi area greenhouse yang terintegrasi, sebuah ruang hijau di tengah kota yang menjadi pusat budidaya sayur dan buah secara hidroponik. Tidak jauh dari sana, kolam ikan dengan sistem bioflok juga beroperasi.
Integrasi antara produksi makanan dan penyediaan bahan baku segar secara mandiri ini merupakan model yang patut diperhitungkan. Pendekatan ini tidak hanya mempersingkat rantai pasok, tetapi juga menjamin kesegaran dan kualitas nutrisi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Apresiasi untuk Inisiatif Strategis Polri
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas langkah inisiatif Polri. Beliau menilai langkah ini menunjukkan kepekaan institusi terhadap masalah mendasar bangsa, meski berada di luar tugas pokoknya.
"Saya merasa puas hati karena saya melihat salah satu institusi yang sangat penting bagi negara dan bangsa kita yaitu Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif mungkin di suatu bidang yang seolah-olah tidak merupakan tugas pokoknya," tutur Presiden.
Ia menegaskan bahwa langkah Polri ini strategis dalam menangani masalah krusial bagi masa depan bangsa melalui intervensi gizi dan pangan sejak dini. Dengan dimulainya operasi ribuan satuan pelayanan ini, harapannya program pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat dengan lebih luas dan efektif, membangun fondasi SDM yang lebih sehat dan tangguh.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Ribuan Rumah di 12 Desa Jember, Ribuan Keluarga Mengungsi
Roy Suryo Kritik Pemeriksaan Ulang Jokowi, Polri Sebut Prosedur Biasa
Dompu Tingkatkan Produksi Pangan Tanpa Perluas Lahan ke Hutan
Eksekusi 19 Bangunan di Pangkep Berakhir Ricuh, Warga Berduka di Atas Puing