Mediasi TNI-Polri Selesaikan Kericuhan di Mappi Akibat Miskomunikasi

- Jumat, 13 Februari 2026 | 18:00 WIB
Mediasi TNI-Polri Selesaikan Kericuhan di Mappi Akibat Miskomunikasi

PARADAPOS.COM - Insiden kericuhan antara personel TNI dan Polri di Distrik Obaa, Mappi, Papua Selatan, telah diselesaikan melalui jalur mediasi. Komandan Pusat Polisi Militer TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa proses penyelesaian telah rampung di tingkat polisi militer setempat, dengan akar masalah yang disebutkan bermula dari miskomunikasi.

Penyelesaian Mediasi di Tingkat Lokal

Mayjen Yusri Nuryanto mengonfirmasi bahwa kedua institusi telah duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menurutnya, mediasi merupakan langkah tepat untuk meredakan ketegangan dan menjaga soliditas antarlembaga keamanan di daerah.

"Sudah diselesaikan dan sudah dimediasi antara TNI dengan Polri. Demikian ya," ucapnya saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada hari Jumat.

Miskomunikasi Pemicu Insiden

Ketika ditanya mengenai pemicu keributan, Yusri menjelaskan bahwa faktor usia dan dinamika lapangan turut berperan. Dia menyebut insiden tersebut sebagai buah dari kesalahpahaman yang kemudian meluas, namun telah dapat dikendalikan.

"Ini, kan, karena ada miskomunikasi. Jadi, biasalah, tentara-tentara sekarang ini kan muda-muda ini. Kadang-kadang energinya terlalu banyak sehingga ada miskomunikasi sedikit sehingga muncul, tetapi itu hal sudah diselesaikan," jelasnya.

Kronologi Peristiwa di Mappi

Berdasarkan informasi yang berkembang, suasana di sekitar marshalling area Yonif TP 819/PIBP mulai memanas sejak sepekan sebelumnya. Sejumlah pengendara sepeda motor didapati berulang kali melintas di depan markas sambil mengeraskan suara knalpot dan melontarkan kata-kata kasar, menciptakan ketidaknyamanan bagi personel yang bertugas.

Puncaknya terjadi pada Kamis dini hari (13/2), ketika petugas jaga menghentikan salah seorang pengendara yang diduga terlibat. Meski pimpinan satuan TNI dan Polres Mappi sempat bertemu dan berkomitmen menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, situasi justru berubah tak lama kemudian.

Sekelompok massa mendatangi kompleks markas dan melempari dengan batu, memicu kerusuhan yang kemudian terekam dan menyebar luas di berbagai platform media sosial. Kejadian ini menyoroti kompleksitas menjaga keamanan dan koordinasi di wilayah yang penuh tantangan seperti Papua.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar