Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:50 WIB
Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk

PARADAPOS.COM - Lima pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah mengundurkan diri dalam satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya. Menanggapi hal ini, Gubernur Bobby Nasution menyatakan bahwa hampir semua pejabat yang mundur memiliki catatan kinerja yang buruk berdasarkan penilaian internal pemerintah daerah.

Respons Gubernur Terhadap Pengunduran Diri

Bobby Nasution, mantan Wali Kota Medan, memberikan pernyataan tegas terkait gelombang pengunduran diri tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi memiliki sistem penilaian kinerja tersendiri untuk setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kalau kepala dinasnya buruk ya mundur aja, nggak apa-apa," ucap Bobby Nasution saat dikonfirmasi mengenai daftar pejabat yang mengundurkan diri.

Ia melanjutkan penjelasannya dengan nada yang lugas. Gubernur menekankan bahwa evaluasi yang dilakukan bukan bertujuan menjatuhkan, namun merupakan bagian dari upaya menjaga akuntabilitas.

"Ya tapi yang pasti saya sampaikan, kalau memang mau memberikan alasan apapun kita mempunyai penilaian masing-masing, kita di sini bukan mau menjatuhkan orang, bukan mau menilai orang baik atau buruk, tapi kalau kenapa mengundurkan diri 'ooo ini karena pengelolaan tidak bagus', nanti kita buka semua yang mundur-mundur ini nilainya kek mana, hampir semua buruk semua yang mengundurkan diri, alhamdulillah tahu diri," tuturnya.

Daftar Pejabat yang Mundur dan Alasan yang Diumumkan

Berdasarkan catatan, kelima pejabat eselon II yang mengundurkan diri berasal dari berbagai dinas kunci. Mereka adalah Muhammad Rahmadani Lubis (Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah), Hasmirizal Lubis (Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman), Rajali (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura), Fitra Kurnia (Kepala Dinas Perindag ESDM), dan Hendra Dermawan Siregar (Kepala Dinas PUPR).

Secara resmi, alasan pengunduran diri yang diajukan beragam, mulai dari kondisi kesehatan, keinginan untuk melanjutkan pendidikan, perasaan tidak dapat bekerja secara maksimal, hingga keinginan untuk lebih fokus pada keluarga.

Kasus Terpisah: Mundur karena Tersandung Korupsi

Selain kelima nama tersebut, terdapat satu pejabat lain yang juga mengundurkan diri, namun dengan latar belakang berbeda. Kepala Dinas Kominfo Sumut, Ilyas Sitorus, mengundurkan diri setelah tersandung kasus korupsi. Kasus ini terpisah dari evaluasi kinerja yang disampaikan Gubernur terhadap lima pejabat lainnya.

Gelombang pengunduran diri ini menyoroti dinamika internal birokrasi di Sumatera Utara di bawah kepemimpinan yang baru. Pernyataan tegas dari Gubernur Bobby Nasution mengisyaratkan komitmen untuk menerapkan standar kinerja yang ketat, sekaligus menjadi sinyal bagi aparatur sipil negara di daerah tersebut untuk meningkatkan akuntabilitas dan efektivitas kerja.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar