PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya menggelar Apel Siaga Kamtibmas, menandai dimulainya kesiapsiagaan penuh selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Apel yang diikuti ribuan personel dan elemen masyarakat ini bertujuan memastikan keamanan dan ketertiban ibu kota menyusul peningkatan berbagai aktivitas keagamaan dan sosial di bulan puasa.
Lebih Dari Sekadar Seremonial
Kegiatan yang digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya itu ditegaskan bukan sekadar acara seremonial belaka. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan apel ini merupakan langkah konkret untuk mewujudkan lingkungan yang aman melalui kolaborasi.
"Apel kamtibmas ini bukan sekadar seremonial. Kami ingin mewujudkan Jakarta yang aman dan tertib bersama seluruh elemen masyarakat," ujarnya.
Partisipasi Masyarakat Capai 10.000 Orang
Antusiasme masyarakat terhadap upaya bersama ini terlihat dari jumlah peserta yang memadati lokasi. Menurut Budi Hermanto, kehadiran ribuan warga dari berbagai latar, termasuk pelajar, menunjukkan tingginya kepedulian publik.
"Pertama, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi potensi masyarakat dan organisasi masyarakat. Kita juga melihat adik-adik pelajar turut hadir. Yang istimewa hari ini adalah kehadiran sekitar 10.000 peserta. Ini menunjukkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat yang sangat tinggi dalam menjaga Jakarta untuk Indonesia," jelasnya.
Pemetaan Potensi Kerawanan Selama Ramadan
Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami kerawanan seiring menggeliatnya aktivitas khas Ramadan. Pola mobilitas warga yang berubah, dengan kegiatan hingga dini hari, menjadi perhatian utama.
"Kami melihat adanya peningkatan aktivitas masyarakat, baik pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari. Misalnya kegiatan sahur on the road, pasar tumpah, pusat perbelanjaan, hingga kegiatan berbagi takjil," tutur Kombes Pol Budi.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, personel kepolisian akan disiagakan secara penuh selama 24 jam. Komitmen ini diperkuat oleh deklarasi "Jaga Jakarta untuk Indonesia" yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
Sinergi Multisektor dan Pentingnya Toleransi
Strategi pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek kriminalitas, tetapi juga memperhitungkan faktor cuaca dan potensi bencana. Polda Metro Jaya membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Pemprov DKI Jakarta, BMKG, dan Dinas Kesehatan.
Aspek kerukunan juga mendapat perhatian khusus. Pendekatan melalui tokoh agama dan komunitas dianggap krusial untuk menciptakan atmosfer saling menghormati.
"Kami juga menggandeng tokoh agama dan komunitas untuk membangun toleransi. Toleransi sangat penting agar setiap umat beragama dapat menjalankan ibadah dengan saling menghormati," tuturnya.
Ajakan untuk Berperan Aktif
Di akhir penjelasannya, Budi Hermanto kembali menekankan pentingnya peran serta aktif seluruh warga dalam menjaga kondusivitas ibu kota. Ia juga menyampaikan harapan agar Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan lancar dan penuh makna.
"Kami mengajak masyarakat bersama-sama menjaga Jakarta agar tetap aman dan tertib," ucapnya. "Kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi masyarakat Muslim di DKI Jakarta. Mari bersama-sama mengawal bulan suci Ramadan agar berlangsung lancar, khusyuk, dan penuh sinergi dalam kebaikan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mahalini Sukses Gelar Konser KOMA di Jakarta, Tandai Kembali ke Panggung
Jalan Rusak Pasca-Banjir Tewaskan Pelajar, Pemerintah Diingatkan Tanggung Jawab Hukum
Pemerintah Salurkan Rp112 Miliar untuk Perbaikan Rumah Korban Bencana di Aceh Tamiang
Polda Metro Jaya Panggil Dokter Richard Lee untuk Pemeriksaan Lanjutan Kamis Ini