Astra Proyeksikan Pasar Otomotif Nasional Bergairah pada 2026

- Senin, 16 Februari 2026 | 00:50 WIB
Astra Proyeksikan Pasar Otomotif Nasional Bergairah pada 2026

PARADAPOS.COM - PT Astra International Tbk. (ASII) memproyeksikan pasar otomotif nasional akan bergairah pada 2026, seiring target penjualan industri mobil yang dipatok Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebesar 850.000 unit. Proyeksi optimistis ini muncul setelah tahun 2025 yang lesu, dengan penjualan ritel turun 6,3%. Namun, awal tahun ini menunjukkan sinyal pemulihan, ditandai pertumbuhan penjualan "wholesale" nasional 7,02% pada Januari 2026.

Kinerja Astra di Awal Tahun dan Dominasi Pasar

Pada bulan pertama 2026, Grup Astra berkontribusi 34.867 unit dari total penjualan nasional 66.446 unit, mencatat kenaikan tipis 0,97% dibanding Januari tahun sebelumnya. Kinerja ini mengerek pangsa pasar perseroan ke level 52%, naik dari rata-rata 51% sepanjang 2025.

Secara rinci, penjualan didominasi Toyota dan Lexus yang mencapai 20.127 unit, meski turun 9,05%. Penurunan ini diimbangi lompatan signifikan penjualan Daihatsu sebesar 25,34% menjadi 12.513 unit, menunjukkan pergeseran permintaan dalam portofolio grup.

Harapan dari Suasana Konsumen dan Strategi Produk

Manajemen Astra berharap perbaikan ekonomi makro tahun ini dapat mendongkrak daya beli masyarakat. Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, menekankan harapan tersebut.

“Secara umum kami berharap "consumer sentiment" tahun 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun 2025 sehingga dapat mendukung pencapaian target dari Gaikindo,” jelasnya.

Menyikapi tren pasar, Astra melihat model konvensional ("internal combustion engine"/ICE) masih dominan, namun mengakui pertumbuhan pesat kendaraan listrik baterai (BEV) dan hibrida (HEV) yang didukung insentif pemerintah.

“Untuk menjawab kebutuhan yang beragam, Astra menawarkan portofolio yang lengkap mulai dari ICE, "hybrid", "plug-in hybrid", hingga BEV yang tentu diharapkan dapat memperluas pasar otomotif nasional,” tuturnya.

Untuk menangkap momentum, Astra secara konsisten memperkuat lini produk. Beberapa langkah terbaru termasuk meluncurkan Toyota Veloz HEV dan sejumlah model hibrida baru seperti New Alphard dan New Yaris Cross, guna menyasar berbagai segmen konsumen.

Analis Pasar: Pemulihan dengan Beragam Catatan

Optimisme terhadap sektor otomotif 2026 juga terpantul dari meja analis. Ciptadana Sekuritas, misalnya, memprediksi pemulihan lebih kuat dengan volume penjualan bisa tembus 900.000 unit, bahkan memberikan rekomendasi "overweight" untuk sektor ini.

Analis Ciptadana Sekuritas Asia, Christopher Rusli, memaparkan dasar proyeksinya.

“Kami memperkirakan pemulihan yang lebih kuat pada 2026 didukung oleh latar belakang makro ekonomi yang membaik. Penangguhan sementara insentif EV ["electric vehicle"] juga diprediksi akan menguntungkan permintaan segmen ICE dan HEV,” ungkapnya.

Ciptadana memproyeksikan pangsa pasar Astra bisa kembali naik ke level 55%, didorong posisi kuatnya di segmen ICE dan HEV.

Sementara itu, analis Maybank Sekuritas Paulina Margareta menyuarakan optimisme yang lebih berhati-hati, dengan ekspektasi pertumbuhan volume industri sekitar 5%. Ia mengingatkan sejumlah tren struktural yang masih berlangsung.

“Kami tetap optimistis secara hati-hati terhadap sektor otomotif Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, tiga tren utama akan bertahan: agresivitas produsen China, penetrasi kendaraan listrik yang meningkat, dan fenomena "downtrading" konsumen ke model "entry-level". Meski demikian, Maybank tetap mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII.

Sentimen Pasar dan Rekomendasi Saham

Di tengah proyeksi pemulihan, pergerakan saham ASII di Bursa Efek Indonesia masih tertekan, terkontraksi 0,75% sejak awal tahun. Namun, konsensus analis secara umum positif. Data dari Bloomberg Terminal menunjukkan 26 dari 35 analis memberikan rekomendasi beli untuk ASII, dengan target harga rata-rata 12 bulan ke depan mencerminkan potensi apresiasi sekitar 7,3% dari level saat ini.

Dengan portofolio produk yang lengkap, kepemimpinan pasar yang solid, dan dukungan dari proyeksi perbaikan ekonomi, Astra International dipandang banyak pihak sebagai emiten yang siap menangkap gelombang pemulihan pasar otomotif nasional tahun ini.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar