Dicoding dan Accenture Kembali Buka Program Asah 2025 untuk Siapkan Talenta Digital

- Senin, 16 Februari 2026 | 15:50 WIB
Dicoding dan Accenture Kembali Buka Program Asah 2025 untuk Siapkan Talenta Digital

PARADAPOS.COM - Program Asah 2025, sebuah inisiatif pembelajaran teknologi intensif, kembali dibuka untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja digital. Program kolaborasi antara Dicoding dan Accenture ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis terkini, seperti kecerdasan buatan (AI), dan kemampuan lunak yang kritis, melalui pendekatan pembelajaran hybrid dan studi kasus riil dari industri.

Meretas Jalan dari Kampus ke Dunia Industri

Program ini tidak sekadar menyajikan materi teori. Rancangannya memadukan fleksibilitas pembelajaran mandiri di platform online dengan dinamika kelas langsung, sesi mentoring personal, dan tantangan berbasis proyek nyata. Dalam setting ini, peserta ditantang untuk berkolaborasi dalam tim, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan akhirnya membangun solusi digital yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pengalaman praktis semacam inilah yang menjadi jembatan berharga antara bangku kuliah dan karir profesional di ekonomi digital.

Yang patut dicatat, program ini telah menjangkau ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia. Lebih dari 75 persen pesertanya berasal dari kota-kota kecil dan menengah, sebuah capaian yang menunjukkan upaya nyata dalam mendorong pemerataan akses pendidikan teknologi berkualitas di tanah air.

Kisah Sukses dari Lulusan Terbaik

Efektivitas Program Asah terkonfirmasi melalui kesuksesan para alumninya. Alia Jennifer Kim Ritzky, mahasiswi Sistem Informasi Universitas Gunadarma yang dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Asah 2025, membuktikan langsung nilai program ini di dunia kerja.

"Saya merasakan langsung manfaat Program Asah saat menjalani magang sebagai IT Operations Intern di salah satu perusahaan logistik terbesar di Indonesia," tuturnya.

Komitmen Jangka Panjang dan Dampak Strategis

Menyambut keberhasilan ini, Dicoding Indonesia mengumumkan bahwa Program Asah akan kembali digelar dalam beberapa bulan mendatang. Komitmen berkelanjutan ini menegaskan fokus pada perluasan pendidikan teknologi yang inklusif. CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, melihat capaian program sebagai bukti bahwa talenta digital unggul bisa berasal dari mana saja.

"Kolaborasi Dicoding dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan serta membangun talenta berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk transformasi digital Indonesia," jelasnya.

Dari perspektif mitra industri, Managing Director AI and Data Indonesia Accenture, Budiono, menekankan bahwa program ini dirancang untuk membekali mahasiswa secara holistik. Bukan hanya keahlian teknis mutakhir, tetapi juga kerangka pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional yang vital di era AI.

"Investasi pada talenta muda saat ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan," tegas Budiono.

Dengan demikian, Program Asah 2025 tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi sebuah upaya strategis untuk menumbuhkan pondasi talenta digital Indonesia yang merata, kompeten, dan siap menghadapi tantangan industri masa depan.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar