Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD 6,1 Miliar di Triwulan IV 2025

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:25 WIB
Neraca Pembayaran Indonesia Surplus USD 6,1 Miliar di Triwulan IV 2025

PARADAPOS.COM - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat surplus sebesar USD 6,1 miliar pada triwulan keempat 2025, menunjukkan perbaikan ketahanan eksternal di tengah dinamika ekonomi global. Bank Indonesia melaporkan, capaian ini didorong oleh surplus transaksi modal dan finansial yang kuat, sementara defisit transaksi berjalan tetap terkendali pada level rendah.

Transaksi Berjalan: Defisit Rendah di Tengah Tekanan Global

Pada periode Oktober-Desember 2025, transaksi berjalan Indonesia tercatat defisit sebesar USD 2,5 miliar, atau setara 0,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini berbalik dari surplus USD 4 miliar yang dicapai pada triwulan sebelumnya. Pergeseran ini terjadi dalam konteks perlambatan ekonomi dunia dan penurunan harga komoditas, yang turut mempengaruhi kinerja perdagangan.

Surplus neraca perdagangan nonmigas tetap bertahan, meski lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas membesar seiring dengan peningkatan aktivitas ekonomi dalam negeri. Sektor jasa juga mengalami tekanan, dengan defisit yang meningkat akibat penurunan kunjungan wisatawan mancanegara.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resminya pada Sabtu, 21 Februari 2026, mengonfirmasi perkembangan ini. "Dengan perkembangan tersebut, NPI pada triwulan IV 2025 mencatat surplus sebesar USD6,1 miliar," ungkapnya.

Surplus Transaksi Modal dan Finansial Jadi Penopang

Kinerja positif NPI terutama ditopang oleh surplus signifikan pada transaksi modal dan finansial, yang mencapai USD 8,3 miliar. Aliran modal asing masuk ke dalam negeri melalui tiga jalur utama: investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya. Arus masuk ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Investasi langsung tetap menunjukkan surplus, menandakan persepsi positif terhadap iklim investasi domestik. Sementara itu, investasi portofolio juga mencatatkan performa baik.

Ramdan Denny Prakoso menjelaskan, "Investasi portofolio mencatat surplus ditopang oleh meningkatnya aliran masuk modal asing seiring dengan imbal hasil investasi yang tetap menarik. Investasi lainnya juga mencatat surplus dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri."

Ketahanan Eksternal Sepanjang 2025 Tetap Terjaga

Secara keseluruhan, performa NPI sepanjang tahun 2025 menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang terjaga baik. Defisit transaksi berjalan untuk setahun penuh tercatat sangat rendah, yakni USD 1,5 miliar (0,1% dari PDB), jauh membaik dibanding defisit tahun 2024 yang mencapai USD 8,6 miliar. Perbaikan ini didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang lebih besar, khususnya dari ekspor produk manufaktur, serta peningkatan remitansi dari pekerja migran Indonesia.

Meski transaksi modal dan finansial secara akumulatif mencatat defisit akibat ketidakpastian pasar global, posisi cadangan devisa Indonesia justru menguat. Pada akhir Desember 2025, cadangan devisa mencapai USD 156,5 miliar, cukup untuk membiayai 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah—jauh di atas standar kecukupan internasional yang umumnya tiga bulan.

Prospek dan Langkah Ke Depan

Bank Indonesia menyatakan akan terus memantau dinamika ekonomi global yang berpotensi memengaruhi stabilitas eksternal. Otoritas moneter berkomitmen untuk memperkuat respons kebijakan dan sinergi dengan pemerintah guna menjaga ketahanan tersebut.

Menyikapi prospek ke depan, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan optimisme yang berhati-hati. "Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran defisit 0,9 persen sampai dengan 0,1 persen dari PDB," tuturnya.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar