Presiden Prabowo Tuntaskan Kunjungan AS dengan Perjanjian Dagang Bersejarah Senilai Rp600 Triliun

- Minggu, 22 Februari 2026 | 15:25 WIB
Presiden Prabowo Tuntaskan Kunjungan AS dengan Perjanjian Dagang Bersejarah Senilai Rp600 Triliun

PARADAPOS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjalani agenda padat selama sepekan pada 15 hingga 22 Februari 2026, yang berfokus pada diplomasi ekonomi dan perdagangan internasional. Pekan kerja tersebut dimulai dengan acara seremonial di Jakarta, dilanjutkan dengan kunjungan kerja penting ke Washington D.C., Amerika Serikat, dan ditutup dengan pertemuan strategis dengan para pemimpin bisnis global. Rangkaian kegiatan ini menegaskan prioritas pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di panggung global, menarik investasi, serta menjaga kepentingan nasional.

Membuka Pekan dengan Tradisi dan Rapat Strategis

Minggu pagi, 15 Februari, menjadi pembuka pekan dengan Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan di Istana Merdeka. Prosesi yang melibatkan sekitar 150 personel dan 30 ekor kuda dari Paspampres ini tidak hanya menunjukkan kesiapsiagaan pengamanan, tetapi juga menarik perhatian publik yang memadati lokasi. Presiden Prabowo meminta acara yang khidmat namun atraktif ini dapat menjadi salah satu daya tarik yang mempererat hubungan negara dan masyarakat.

Pada hari yang sama, agenda bergeser ke Bogor. Presiden menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri bidang ekonomi di kediamannya di Hambalang. Fokus pembahasan adalah penyusunan strategi menghadapi dinamika ekonomi global, dengan penekanan bahwa setiap langkah diplomasi harus mengutamakan kepentingan nasional, mendongkrak produktivitas industri dalam negeri, dan memperkuat rantai pasok.

Terbang ke Washington untuk Diplomasi Intensif

Senin, 16 Februari, Presiden Prabowo didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertolak ke Washington D.C. Tujuan utama kunjungan ini adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang diagendakan membahas penguatan hubungan kedua negara dan kerja sama strategis, termasuk sebuah perjanjian dagang.

Di ibu kota AS, Rabu (18/2), Presiden hadir dalam Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council. Dalam forum tersebut, ia menyampaikan optimisme terhadap perekonomian Indonesia, yang ditopang oleh realisasi investasi asing senilai 53 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya. Kepala Negara juga menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki tata kelola dan iklim investasi.

Momen penting lain terjadi di U.S. Chamber of Commerce, di mana Presiden menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) dengan nilai kumulatif mencapai 38,4 miliar dolar AS. Kerja sama yang menjangkau sektor pertambangan, energi, agribisnis, hingga teknologi ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas SDM, dan mengokohkan posisi Indonesia dalam peta ekonomi global.

Komitmen Perdamaian dan Penandatanganan Perjanjian Bersejarah

Agenda kemanusiaan dan politik global tidak luput dari perhatian. Pada Kamis (19/2), Presiden Prabowo menghadiri pertemuan perdana Board of Peace di Washington D.C., di mana ia menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mendukung rekonstruksi Gaza dan mendorong Solusi Dua Negara bagi konflik Israel-Palestina.

Dalam pernyataannya, Presiden mengakui adanya tantangan namun tetap optimis.

"Akan ada berbagai tantangan, namun kita akan mampu mengatasinya. Kita akan mewujudkan impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian yang bertahan lama serta solusi damai bagi persoalan Palestina, termasuk di Gaza," ungkapnya.

Puncak kunjungan kerja terjadi pada hari yang sama, dengan penandatanganan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik antara Indonesia dan Amerika Serikat bertajuk "Toward a New Golden Age for the US–Indonesia Alliance". Perjanjian bersejarah ini membuka akses tarif nol persen untuk 1.819 produk Indonesia—termasuk sawit, kopi, dan komponen elektronik—ke pasar AS, serta menjanjikan peningkatan ekspor tekstil hingga sepuluh kali lipat. Nilai investasi strategis yang terkandung dalam paket kesepakatan ini mencapai 38,4 miliar dolar AS, dengan implementasi di sektor energi dirancang untuk menjaga ketahanan nasional tanpa meningkatkan ketergantungan impor.

Menutup Pekan dengan Pertemuan Investor Global

Jumat, 20 Februari, Presiden Prabowo masih menyempatkan diri menerima 12 CEO perusahaan investasi global yang total aset kelolaannya mencapai sekitar 15 triliun dolar AS. Pertemuan ini dimanfaatkan untuk membuka peluang investasi lebih luas di dalam negeri, dengan penekanan pada kepastian hukum dan tata kelola pemerintahan yang baik sebagai fondasi utama.

Rangkaian diplomasi ekonomi yang padat ini secara resmi ditutup dengan pernyataan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui akun resmi Sekretariat Kabinet pada Minggu, 22 Februari 2026.

"Presiden Prabowo telah melakukan diplomasi langsung dengan Presiden Trump. Kini, Indonesia siap dengan segala kemungkinan yang ada. Kita sudah sedia payung sebelum hujan. Bismillah...," tulisnya.

Pekan kerja Presiden Prabowo tersebut menggambarkan sebuah perpaduan antara diplomasi ekonomi yang agresif dan komitmen pada isu-isu strategis global, menandai sebuah fase baru dalam hubungan internasional Indonesia di bawah kepemimpinannya.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar