Menopause Picu Lonjakan Kolesterol, Perubahan Hormon Jadi Faktor Kunci

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:50 WIB
Menopause Picu Lonjakan Kolesterol, Perubahan Hormon Jadi Faktor Kunci

PARADAPOS.COM - Banyak wanita mengalami lonjakan kadar kolesterol saat memasuki usia menopause, meski pola makan mereka relatif tidak berubah. Perubahan biologis yang menyertai penurunan hormon estrogen menjadi pemicu utama kondisi ini, yang jika tidak diwaspadai dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Memahami mekanisme di balik fenomena ini menjadi langkah kunci untuk pencegahan yang lebih efektif.

Kaitan Menopause dan Lonjakan Kolesterol

Perasaan heran yang dialami banyak wanita tersebut memiliki dasar medis yang kuat. Selama masa reproduktif, hormon estrogen berperan dalam membantu mengatur kadar kolesterol dengan meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL). Memasuki masa menopause, produksi estrogen menurun drastis. Hilangnya efek protektif hormon inilah yang seringkali menyebabkan profil lipid berubah, ditandai dengan peningkatan LDL dan trigliserida, serta penurunan HDL. Perubahan ini terjadi secara alami, terlepas dari kebiasaan makan, sehingga memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda.

Teknologi Laser sebagai Pendukung Kesehatan Vaskular

Dalam konteks menjaga kesehatan pembuluh darah, berbagai teknologi pendukung terus berkembang. Salah satu yang kerap dibahas adalah teknologi laser tingkat rendah (low-level laser therapy/LLLT). Prinsip kerjanya adalah memancarkan sinar dengan panjang gelombang tertentu yang dapat menembus jaringan. Dalam dunia kesehatan, aplikasinya dirancang untuk memberikan stimulasi pada tingkat sel.

Seorang praktisi yang familiar dengan alat semacam ini menjelaskan mekanisme kerjanya. "Jika alat ini dipakai dan sinar laser mengenai penggumpalan darah di pembuluh darah, maka akan bisa diurai," ungkapnya. Ia menambahkan, bagi individu dengan kondisi seperti hipertensi atau diabetes yang rentan terhadap gangguan sirkulasi, terapi ini diyakini dapat menjadi bagian dari manajemen kesehatan harian.

Mekanisme dan Cara Penggunaan

Alat yang beredar di pasaran umumnya didesain untuk penggunaan personal. Cara pakainya biasanya dengan memasang perangkat di pergelangan tangan, area yang memiliki pembuluh darah arteri radialis yang relatif dekat dengan permukaan kulit. Sinar laser diarahkan untuk menyinari area tersebut dengan durasi tertentu per sesi.

"Teknologi laser Dr Laser digunakan di pergelangan tangan kiri sehingga sinarnya akan menyinari pembuluh nadi dan titik akupuntur di pergelangan tangan," jelasnya mengenai salah satu produk. "Manfaatnya akan membantu memperlancar aliran darah dan mengurai penggumpalan darah penyebab penyumbatan."

Penggunaan rutin dengan durasi yang dianjurkan, biasanya beberapa menit per hari, diharapkan dapat memberikan efek menjaga fluiditas darah. Penting untuk dicatat bahwa teknologi ini lebih bersifat suportif dan preventif, bukan pengganti terapi medis untuk kondisi akut.

Menempatkan Teknologi dalam Konteks yang Tepat

Para ahli kesehatan umumnya menekankan bahwa alat bantu teknologi, termasuk laser, berfungsi sebagai pelengkap dari gaya hidup sehat yang menyeluruh. Keefektifannya sangat bergantung pada konsistensi penggunaan dan kondisi individu. Bagi mereka yang tidak memiliki keluhan spesifik, alat semacam ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kualitas sirkulasi darah.

Namun, keputusan untuk menggunakannya sebaiknya didahului dengan konsultasi kepada tenaga medis, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Pendekatan utama mengatasi kolesterol pasca-menopause tetaplah kombinasi antara pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, manajemen stres, dan pemantauan medis rutin. Teknologi hadir sebagai pendukung, bukan solusi tunggal, dalam perjalanan menjaga kesehatan jangka panjang.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar