PARADAPOS.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan verifikasi ulang tiket mudik gratis di hari keberangkatan untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan peserta yang berangkat adalah penerima manfaat yang sah. Langkah ini diumumkan oleh Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI, Emanuel Kristanto, sebagai bagian dari upaya menjaga integritas program angkutan umum gratis yang bertujuan meredam kepadatan lalu lintas saat arus Lebaran 2026.
Mekanisme Verifikasi untuk Cegah Pemindahtanganan
Untuk memastikan tiket tidak diperjualbelikan atau dialihkan ke orang lain, proses pengecekan ulang akan dilakukan langsung di lokasi pemberangkatan. Emanuel menegaskan bahwa tiket tersebut bersifat personal dan tidak boleh dipindahtangankan.
"Lalu untuk memastikan tiket tidak dipindahtangankan, kami akan lakukan proses verifikasi ulang saat hari H di lokasi," jelasnya dalam siniar OKESIP (Obrolan Kekinian Seputar Informasi Publik), Rabu.
Koordinasi dengan Dinas Sosial juga diperkuat guna memastikan program tepat sasaran dan diterima oleh pihak-pihak yang benar-benar layak.
Keamanan Pemudik Dijaga Penuh
Aspek keamanan menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan mudik gratis tahun ini. Dishub DKI tidak bekerja sendiri; mereka menggandeng kepolisian, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan terkait untuk mengawal perjalanan.
"Tidak hanya saat keberangkatan, tetapi selama perjalanan (petugas ikut sampai tujuan)," tegas Emanuel.
Pendampingan hingga tujuan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik yang menggunakan fasilitas dari pemerintah daerah.
Kuota Bus Meningkat dan Fasilitas Angkut Motor
Tahun 2026 mencatat peningkatan kapasitas armada. Untuk arus mudik, disediakan 366 bus, jumlah yang lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 293 bus. Sementara untuk arus balik, kuota ditingkatkan menjadi 295 bus yang melayani 20 daerah tujuan, dengan daya tampung sekitar 11.800 penumpang.
Tak hanya penumpang, pemudik yang membawa sepeda motor juga mendapat perhatian. Program ini menyediakan sekitar 15 truk khusus untuk mengangkut kurang lebih 50 motor pada arus mudik, dengan jumlah yang sama disiapkan untuk arus balik.
Tata Cara Pendaftaran dan Jadwal Pemberangkatan
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi dengan melampirkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga (KK). Calon peserta dikelompokkan dalam tiga kluster berdasarkan daerah tujuannya. Bagi yang ingin membawa sepeda motor, kelengkapan dokumen ditambah dengan STNK.
Jadwal pemberangkatan telah ditetapkan. Untuk penumpang bus, pemberangkatan akan dilaksanakan pada 17 Maret 2026 dari kawasan Monas. Sementara, angkutan sepeda motor akan diberangkatkan sehari sebelumnya, yaitu 16 Maret 2026, dari Terminal Pulogadung.
"Untuk arus balik, sepeda motor dilaksanakan 25 Maret di masing-masing terminal tujuan di 20 kota. Untuk penumpang pada 20 Maret 2026," ungkapnya merincikan jadwal kepulangan.
Dengan skema yang lebih ketat dan kapasitas yang bertambah, program mudik gratis DKI Jakarta tahun ini berupaya menyeimbangkan antara perluasan akses bagi masyarakat dan pengelolaan yang tertib serta aman.
Artikel Terkait
Analisis: Program Pemerintahan Baru Dilihat sebagai Buffer Hadapi Ketidakpastian Global
Menteri PU Tinjau Pemulihan SPAM Langkahan Pascabencana, Rencanakan Pembangunan Sistem Baru
Kemendagri: Perencanaan Matang Kunci Keuangan Daerah yang Akuntabel
Foto Penangkapan Pangeran Andrew Dipajang di Louvre oleh Kelompok Aktivis