PARADAPOS.COM - Pasar Ramadan di kawasan Karangmalang, Yogyakarta, kembali menjadi pusat keramaian jelang buka puasa. Dua mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), Tika dan Ila, memanfaatkan momen tahunan ini dengan berjualan wonton chili oil dan wonton mentai. Keduanya melihat potensi ekonomi dari keramaian pasar musiman tersebut untuk menambah uang saku sekaligus belajar berwirausaha.
Melihat Peluang di Tengah Keramaian
Setiap tahun, Pasar Ramadan Karangmalang selalu dipadati pengunjung yang mencari takjil. Beragam kuliner, mulai dari tradisional hingga yang sedang tren, berjejer di sepanjang area pasar. Di tengah keramaian itu, lapak Tika dan Ila cukup mencuri perhatian dengan menawarkan wonton chili oil dengan topping mentai dan remahan pangsit. Mereka menjualnya dengan harga Rp12 ribu per porsi, sebuah harga yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa dan anak muda yang menjadi target pasar utama mereka.
Inspirasi berjualan muncul dari pengamatan mereka terhadap geliat ekonomi di pasar tersebut. Sebagai mahasiswa semester akhir asal Semarang, mereka memutuskan untuk tak hanya menjadi pembeli, tetapi juga penjual.
"Kami melihat dari tahun ke tahun Pasar Ramadan Karangmalang ini selalu ramai. Sebagai mahasiswa semester akhir, kami berpikir kenapa tidak mencoba berjualan, bukan hanya menjadi pembeli," tutur Tika, Rabu (25/2/2026).
Tantangan dan Semangat Berwirausaha
Meski ramai pengunjung, berjualan di pasar musiman seperti ini tidak lepas dari tantangan. Cuaca menjadi faktor yang cukup menentukan. Hujan yang turun tiba-tiba, misalnya, bisa menyulitkan mobilitas dan mengurangi jumlah pengunjung, yang secara langsung berdampak pada penjualan.
Namun, tantangan itu tidak menyurutkan semangat kedua mahasiswi ini. Selain didorong oleh hobi berjualan, ada tujuan praktis yang ingin mereka capai. Keuntungan dari usaha kecil-kecilan ini mereka rencanakan untuk keperluan mudik dan Lebaran mendatang.
"Motivasi kami selain memang suka jualan, juga karena melihat potensi pasar Ramadan yang ramai. Nanti hasilnya akan kami kumpulkan untuk modal Lebaran dan menambah THR," jelas Ila menambahkan.
Lebih dari Sekadar Tambahan Uang Saku
Bagi Tika dan Ila, pengalaman berjualan di Pasar Ramadan Karangmalang ini memiliki nilai yang lebih dalam. Ini bukan sekadar upaya mencari tambahan uang saku menjelang hari raya. Aktivitas ini menjadi sarana belajar mandiri dan mencari rezeki secara halal sejak masih berstatus sebagai mahasiswa. Pengalaman langsung di lapangan ini memberikan pelajaran berharga tentang ketangguhan, manajemen usaha sederhana, dan membaca peluang pasar—sebuah bekal yang tak ternilai sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia profesional setelah lulus nanti.
Artikel Terkait
BSKDN Kuatkan Peran Analis Kebijakan sebagai Think Tank Daerah
Trump Klaim AS Terima 80 Juta Barel Minyak dari Venezuela Pascaintervensi Militer
Mendagri Dorong Daerah Maksimalkan Peran Dukung Program 3 Juta Rumah
Pemerintah Pacu Pariwisata Berkelanjutan, Targetkan 17,6 Juta Wisman di 2026