PARADAPOS.COM - Personel gabungan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Darat turun tangan membantu warga terdampak tanah longsor di Nusa Penida, Bali. Aksi karya bakti ini digelar di Banjar Buah, Dusun Lemo, pada Kamis, 26 Februari 2026, sebagai respons cepat terhadap bencana yang dipicu cuaca ekstrem. Tim fokus pada pembersihan material longsor, penyelamatan harta benda, serta upaya pencegahan longsor susulan untuk memulihkan kondisi lokasi dan memberikan dukungan kepada korban.
Respon Cepat di Tengah Cuaca Ekstrem
Longsor yang melanda kawasan perbukitan di Nusa Penida tersebut terjadi setelah hujan deras dan cuaca ekstrem melanda Pulau Bali. Kondisi tanah yang sudah jenuh air menjadi labil, akhirnya menyebabkan material lereng longsor dan menimpa satu rumah warga. Menyikapi kejadian ini, personel dari Pos TNI AL Nusa Penida dan Koramil 1610-04/Nusa Penida segera bergerak ke lokasi bencana.
Mereka berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Tidak hanya puing bangunan, tim juga membersihkan timbunan tanah yang sempat memutus akses jalan menuju rumah warga. Upaya ini dilakukan untuk segera mengamankan area dan memulihkan mobilitas.
Komitmen TNI di Tengah Masyarakat
Kolonel Laut (P) Cokorda G.P.P., Komandan Pangkalan TNI AL Bali, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen korpsnya. Bagi TNI AL, tugas tidak hanya berpusat pada menjaga kedaulatan di laut, tetapi juga keselamatan warga di wilayah pesisir dan kepulauan.
"TNI AL terus berkomitmen dalam menjaga kedaulatan di laut, tapi juga hadir untuk menjaga keselamatan warga di pesisir," tegasnya dalam keterangan resmi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan detail operasi di lapangan. Selain pembersihan, langkah antisipasi juga menjadi prioritas untuk melindungi warga dari ancaman susulan.
"Petugas juga membantu menyelamatkan harta benda milik warga yang masih bisa diselamatkan dari reruntuhan," ujarnya.
Gotong Royong Pulihkan Trauma
Kehadiran seragam hijau dan putih di tengah-tengah reruntuhan disambut dengan rasa lega oleh warga Banjar Buah. Aksi gotong royong yang terjalin antara prajurit dan masyarakat tidak hanya mempercepat pekerjaan fisik, tetapi juga membangkitkan semangat dan memberikan dukungan psikologis yang dibutuhkan para korban. Suasana kebersamaan itu sedikit banyak membantu meringankan beban dan trauma akibat musibah.
Melalui interaksi langsung di lapangan, prajurit juga dapat menyampaikan imbauan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana serupa, terutama di daerah dengan topografi berbukit seperti Nusa Penida. Diharapkan, sinergi antara TNI dan komunitas ini dapat membangun ketangguhan yang lebih baik dalam menghadapi ancaman alam di masa depan.
Artikel Terkait
Dirjen AHU Tegaskan Orang Tua Tak Bisa Sepihak Alihkan Kewarganegaraan Anak
Polres Jaksel Aktifkan Pos Satkamling untuk Antisipasi Gangguan Saat Ramadhan
Dua Oknum Polisi Toraja Utara Diperiksa Propam Terkait Dugaan Setoran dari Bandar Narkoba
Pelatih Persib Bojan Hodak Absen Lawan Madura United Akibat Akumulasi Kartu Kuning