PARADAPOS.COM - Putaran ketiga pembicaraan nuklir tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat di Jenewa, Swiss, telah berakhir dengan catatan positif. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa perundingan intensif yang berlangsung pada Kamis (28/2) itu menghasilkan "kemajuan yang baik". Kedua pihak sepakat untuk segera melanjutkan dialog ke putaran keempat, sementara tinjauan teknis akan dimulai di Wina pada awal pekan depan.
Perundingan Intensif dengan Mediasi Oman dan IAEA
Sesi negosiasi di Jenewa digambarkan sebagai salah satu yang paling serius dan terlama dalam rangkaian pembicaraan ini. Menurut Araghchi, delegasi kedua negara terlibat dalam perundingan tak langsung selama hampir empat jam di pagi hari, dilanjutkan dengan lebih dari dua jam lagi pada malam harinya. Dinamika diplomasi ini tidak berjalan sendirian; peran mediator aktif dimainkan oleh Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi.
Kehadiran dan kontribusi teknis dari Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, juga disebutkan memberikan manfaat nyata dalam proses perundingan. Keterlibatan lembaga internasional ini menambah dimensi teknis yang krusial dalam membahas isu-isu kompleks di meja perundingan.
Kemajuan Dicapai Meski Tantangan Masih Ada
Dalam keterangannya kepada IRIB TV, Araghchi memberikan gambaran yang cukup rinci tentang pencapaian dan tantangan yang dihadapi. Ia mengakui bahwa meskipun perbedaan pendapat masih ada pada beberapa poin, terdapat kesepahaman yang mendalam pada isu-isu lainnya.
"Saya dapat mengatakan bahwa kami mencapai kemajuan yang baik dalam perundingan intensif kami. Kami membahas unsur-unsur kesepakatan secara sangat serius di bidang nuklir dan (pencabutan) sanksi," ujarnya.
Menlu Iran itu menambahkan bahwa kedua belah pihak menunjukkan keseriusan yang lebih besar dalam mencari solusi melalui jalur diplomasi. Nuansa kehati-hatian tetap terasa dalam pernyataannya, mengisyaratkan bahwa jalan menuju kesepakatan penuh masih memerlukan kerja keras.
Jalan ke Depan: Dari Wina ke Putaran Keempat
Sebagai langkah konkret pasca-pertemuan Jenewa, telah disepakati bahwa tinjauan-tinjauan teknis akan segera dimulai di Wina, Austria, pada Senin mendatang. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menjembatani detail operasional dari pembicaraan tingkat politis.
Lebih lanjut, keputusan penting juga telah diambil mengenai kelanjutan dialog. "Keputusan juga sudah diambil tentang delegasi Iran dan AS yang akan segera mengadakan perundingan putaran keempat, mungkin dalam waktu kurang dari sepekan mendatang," ungkap Araghchi.
Rangkaian pembicaraan ini—dimulai dari Muscat, Oman, lalu ke Jenewa—berlangsung dalam atmosfer ketegangan regional yang meningkat, menyusul penguatan postur militer AS di Asia Barat. Meski demikian, komitmen untuk tetap bernegosiasi menunjukkan adanya keinginan dari kedua sisi untuk mencegah eskalasi dan mencari penyelesaian melalui jalur dialog.
Artikel Terkait
Bnetfit Transformasi Jadi National ICT Champion dengan Fokus Enam Pilar Digital
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Material Konstruksi di Pademangan
Pemkab Bogor Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Ada Tiket Pulang untuk Rute Solo-Semarang
Parma dan Cagliari Berbagi Poin dalam Laga Sengit di Serie A