Polisi Ungkap Video Viral Penganiayaan ART di Sunter Terjadi Tiga Tahun Lalu

- Senin, 02 Maret 2026 | 13:25 WIB
Polisi Ungkap Video Viral Penganiayaan ART di Sunter Terjadi Tiga Tahun Lalu

PARADAPOS.COM - Polisi menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang asisten rumah tangga (ART) berusia 60 tahun di Sunter Agung, Jakarta Utara, yang viral di media sosial. Meski video kejadian baru beredar luas pada Minggu (1/3/2026), pemeriksaan mengungkap insiden tersebut ternyata terjadi tiga tahun lalu. Korban, yang telah bekerja di rumah majikan selama dua dekade, memilih jalur damai dan tidak mengajukan laporan formal, sementara pelaku yang merupakan anak majikan telah mengakui perbuatannya.

Respon Cepat Polisi atas Video Viral

Merespons cepat viralnya rekaman CCTV yang memicu kecaman publik, jajaran Polres Metro Jakarta Utara segera bergerak mendatangi lokasi kejadian di kawasan Tanjung Priok. Langkah ini diambil untuk mengamankan korban dan pelaku guna mendapatkan klarifikasi langsung di tempat kejadian perkara.

Kasat Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Utara, Kompol Ni Luh Sri Arsini, menjelaskan langkah persuasif yang dilakukan pihaknya. "Kami dari Polres Jakarta Utara mendapati berita viral melalui Instagram terkait dengan adanya majikan yang memukul pembantunya. Karena perkara itu sudah viral, akhirnya kami mendatangi TKP untuk persuasif ke korban. Kemudian korban dan terduga pelaku diamankan ke Polres Jakarta Utara," tuturnya di Mapolres setempat, Senin (2/3/2026).

Fakta di Balik Kejadian yang Ternyata Sudah Lama

Hasil pemeriksaan awal membawa fakta mengejutkan. Insiden kekerasan yang terekam dalam video itu bukanlah kejadian baru, melainkan telah berlangsung sekitar tiga tahun sebelumnya. Dalam pemeriksaan, terduga pelaku—yang merupakan anak dari majikan korban—tidak mengelak dan menyatakan perbuatannya dilakukan karena khilaf.

Lebih lanjut, Kompol Ni Luh Sri Arsini memaparkan kondisi korban. "Tadinya korban tidak mau membuat laporan polisi karena kejadiannya sudah 3 tahun yang lalu. Si terduga pelaku mengakui memang peristiwa itu benar terjadi karena dia khilaf. Kemudian tak lama setelah kejadian antara korban dengan pelaku sudah ada kesempatan damai," jelasnya.

Klarifikasi Isi Video dan Kondisi Korban Saat Ini

Mengenai video yang menunjukkan aksi pukulan hingga sabetan ikat pinggang, polisi menegaskan bahwa pelaku kekerasan hanya satu orang. Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi adanya pihak lain yang terlibat dalam insiden yang menyulut amarah warganet tersebut.

"Yang kami dapati rekaman sesuai dengan Instagram hanya satu orang terhadap korban ini saja, kami ketahui hanya satu orang yang melakukan kekerasan. Salah satu anak (majikan)," ungkap Ni Luh.

Hingga berita ini diturunkan, korban diketahui masih bekerja di rumah majikan tersebut. Pihak kepolisian menyatakan tetap melakukan pemantauan berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan keselamatan korban serta mengawasi bahwa kesepakatan damai yang telah terjalin berjalan secara sukarela dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar