PARADAPOS.COM - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang melaporkan penjualan tiket untuk Angkutan Lebaran 1447 H telah mencapai 83.346 tiket hingga 2 Maret 2026. Periode mudik dengan kereta api di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung ini berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April 2026, dengan tiga layanan kereta yang dioperasikan. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18-19 Maret mendatang.
Antusiasme Masyarakat dan Komitmen KAI
Angka penjualan yang signifikan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menggunakan transportasi rel dalam mudik tahun ini. Menanggapi hal ini, perwakilan KAI Divre III Palembang menegaskan komitmen perusahaan dalam menyelenggarakan perjalanan yang aman dan nyaman.
“Capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin baik. KAI berkomitmen memastikan perjalanan yang selamat, tepat waktu, dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran,” jelas Aida Suryanti, Manager Humas KAI Divre III Palembang.
Rincian Okupansi Tiga Layanan Kereta
Tiga kereta api yang melayani adalah KA Bukit Serelo (Kertapati-Lubuk Linggau PP), KA Rajabasa (Kertapati-Tanjungkarang PP), dan KA Sindang Marga (Kertapati-Lubuk Linggau PP). Data per 2 Maret menunjukkan okupansi yang sangat tinggi, bahkan melebihi kapasitas untuk beberapa relasi.
KA Bukit Serelo relasi menuju Lubuk Linggau terjual 108% dari kapasitas, sementara relasi sebaliknya mencapai 117%. KA Rajabasa ke Tanjungkarang terjual 111%, dan relasi baliknya mencatat angka tertinggi, yaitu 123%. Sementara itu, penjualan tiket KA Sindang Marga masih berada di kisaran 36% hingga 51% dari kapasitas yang tersedia.
Program Mudik Gratis dan Kuota yang Masih Tersedia
Selain tiket reguler, KAI juga menggarisbawahi perkembangan program mudik gratis hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel dan Bank Sumsel Babel. Hingga 3 Maret, sekitar 64% dari total 2.912 kuota telah terisi.
Kuota untuk keberangkatan tanggal 16 Maret menggunakan KA Bukit Serelo telah penuh, sementara untuk KA Rajabasa pada tanggal yang sama baru terisi 57%. Untuk keberangkatan sehari setelahnya, kuota KA Bukit Serelo telah terisi 72% dan KA Rajabasa 39%.
“Kami mengimbau masyarakat segera memanfaatkan sisa kuota yang tersedia serta memastikan data yang diinput sesuai identitas agar tiket dapat diterbitkan,” tambah Aida.
Momen Kebersamaan yang Sarat Makna
Lebih dari sekadar operasional transportasi, KAI memandang periode Angkutan Lebaran sebagai momen budaya yang penting. Perusahaan berupaya untuk tidak hanya mengantarkan penumpang, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang bermakna.
“Momentum Angkutan Lebaran bukan sekadar periode peningkatan mobilitas, tetapi juga momen kebersamaan yang sarat makna bagi masyarakat,” ungkap Aida. “Kami ingin memastikan setiap perjalanan bukan hanya sampai tujuan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, nyaman, dan penuh kehangatan,” tutupnya.
Artikel Terkait
Medvedev Peringatkan Kebijakan Trump Bisa Picu Perang Dunia III
Arne Slot Kritik Dominasi Bola Mati dan Permainan Fisik di Liga Inggris
Perbasi Resmi Peringatkan Publik Soal Maraknya Penipuan Atas Nama Organisasi
Ketua PBNU Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Peringatkan Ancaman Konflik Global