PARADAPOS.COM - Pemerintah Inggris mengerahkan kapal perang HMS Dragon ke Siprus sebagai bagian dari operasi pertahanan, menyusul ketegangan yang meluas di Timur Tengah. Pengiriman kapal perang kelas Destroyer Type 45 itu dikonfirmasi langsung oleh Perdana Menteri Keir Starmer pada Rabu (4/3/2026), sebagai upaya melindungi warga negara Inggris dan meredam ancaman di tengah konflik antara Iran dengan AS dan Israel.
Kapal Perang Bersiap di Pelabuhan Portsmouth
Di Pelabuhan Portsmouth, Inggris selatan, HMS Dragon terlihat dalam kondisi siaga. Suasana waspada tampak jelas dengan sejumlah prajurit Angkatan Laut Kerajaan yang berjaga di atas geladak kapal. Keberadaan kapal perang canggih itu di pelabuhan utama Angkatan Laut Inggris tersebut menandai persiapan akhir sebelum diberangkatkan ke lokasi tugas.
Pernyataan Resmi Perdana Menteri Starmer
Dalam pengumuman resminya, PM Keir Starmer menekankan pentingnya tindakan yang terukur namun tegas. Ia menyatakan bahwa keselamatan warga Inggris menjadi prioritas utama pemerintahannya di tengah situasi geopolitik yang rumit.
“Kita perlu bertindak dengan kejelasan, dengan tujuan yang tegas, dan dengan kepala dingin. Perlindungan terhadap warga negara Inggris adalah prioritas utama kami,” tegas Starmer.
Ia kemudian merinci langkah-langkah konkret yang diambil, “Dan kami mengambil tindakan untuk mengurangi ancaman dengan menerbangkan pesawat di wilayah tersebut untuk mencegat serangan yang masuk, serta mengerahkan kemampuan tambahan ke Siprus.”
Konteks Operasi dan Ketegangan Regional
Pengiriman HMS Dragon ke Siprus ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Langkah tersebut merupakan respons terhadap dinamika konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, yang telah meningkatkan ketegangan keamanan di kawasan. Pangkalan Inggris di Siprus, yang secara geografis relatif dekat dengan wilayah konflik, memiliki nilai strategis untuk operasi semacam ini. Pengerahan aset militer ini mencerminkan komitmen Inggris untuk berkontribusi dalam stabilitas regional, sekaligus mengamankan kepentingan nasionalnya.
Artikel Terkait
KPK Amankan Lima ASN BPK dalam OTT Suap Pengadaan Smart Board Muara Enim
Ketua Komisi XIII DPR Larang Menteri HAM Bangun Kantor Wilayah Baru di Tengah Kondisi Fiskal Negara yang Sedang Krisis
Polres Metro Bekasi Selidiki Laporan Dugaan Intimidasi dan Perusakan Rumah di Pebayuran
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 per USD, Sentimen Pasar Membaik