Menteri Pendidikan: Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 93 Persen Siswa, Integrasikan Pendidikan Karakter

- Kamis, 05 Maret 2026 | 11:00 WIB
Menteri Pendidikan: Program Makan Bergizi Gratis Jangkau 93 Persen Siswa, Integrasikan Pendidikan Karakter

PARADAPOS.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi siswa, tetapi juga dirancang sebagai bagian integral dari penguatan pendidikan karakter. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan hal tersebut, menyoroti cakupan program yang telah menjangkau mayoritas siswa di tanah air serta integrasinya dengan gerakan pembentukan kebiasaan positif.

Lebih Dari Sekadar Makan Siang

Menurut penjelasan Abdul Mu'ti, program ini dirancang untuk memberikan dampak yang lebih luas daripada sekadar menyediakan makanan. MBG terhubung secara langsung dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang menitikberatkan pada pembangunan rutinitas positif sejak dini, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, hingga gemar belajar dan bermasyarakat.

“Program MBG membantu meningkatkan motivasi belajar siswa, memberikan pengalaman menyenangkan saat makan bersama, serta memberi kesempatan bagi siswa dari kelompok sosial ekonomi rendah untuk memperoleh pangan bergizi,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis, 5 Maret 2026.

Cakupan Nasional dan Dukungan Infrastruktur

Secara nasional, implementasi program ini telah menunjukkan angka partisipasi yang signifikan. Data yang dirilis menunjukkan MBG telah menjangkau sekitar 49,6 juta siswa, atau setara dengan 93 persen dari total murid di Indonesia yang tersebar di ratusan ribu sekolah. Untuk mendukung konsistensi pelaksanaan, pemerintah telah mendistribusikan modul edukasi dan pedoman teknis yang menyelaraskan asupan gizi dengan nilai-nilai karakter.

Dukungan tidak berhenti di situ. Abdul Mu'ti juga mengungkapkan proyeksi peningkatan anggaran pendidikan pada 2026, yang rencananya akan dialokasikan untuk revitalisasi puluhan ribu sekolah dan percepatan digitalisasi kelas melalui perangkat teknologi pembelajaran interaktif.

Pentingnya Fondasi Gizi untuk SDM Unggul

Perspektif strategis mengenai program ini juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menekankan bahwa isu gizi merupakan fondasi mendasar yang menentukan kualitas sumber daya manusia suatu bangsa di masa depan, bahkan melampaui faktor fasilitas pendidikan.

“SDM unggul ditentukan oleh asupan yang cukup. Sebagus apa pun sekolahnya, jika anak kekurangan gizi atau mengalami stunting, tingkat kecerdasannya akan rendah,” tegas Zulkifli.

Komitmen Evaluasi Berkelanjutan

Menyadari kompleksitas pelaksanaan program berskala nasional, pemerintah menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan perbaikan. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan manfaat program dapat dirasakan secara merata dan efektif oleh seluruh peserta didik.

“Jika ada kendala dalam implementasi MBG, kami akan terus memperbaikinya demi memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan hak gizi yang layak sekaligus pendidikan karakter yang baik,” pungkas Menteri Abdul Mu'ti, menutup pernyataannya.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar