PARADAPOS.COM - Upaya pencarian dua warga yang hilang diterjang banjir lahar hujan Gunung Merapi memasuki fase intensif pada Jumat, 6 Maret 2026. Tim SAR gabungan kini mengerahkan empat unit ekskavator untuk menembus tumpukan material vulkanik yang menyelimuti aliran Sungai Senowo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Operasi yang telah berlangsung sejak Selasa lalu ini fokus pada penyisiran di area yang diperluas, menyusul bencana yang juga menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya.
Pengerahan Alat Berat untuk Medan yang Menantang
Memasuki hari keempat, tantangan terbesar tim penyelamat adalah medan yang dipenuhi deposit pasir dan bongkahan batu vulkanik dari lereng Merapi. Material yang terbawa derasnya banjir lahar itu menumpuk dalam volume masif, sehingga evakuasi manual dinilai hampir mustahil. Keputusan untuk menambah kekuatan alat berat menjadi langkah krusial untuk mempercepat proses pencarian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun.
Di lokasi operasi, Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto, mengonfirmasi strategi tersebut. "Hari ini kami mendapatkan tambahan satu unit alat berat, sehingga total menjadi empat unit yang beroperasi dalam misi pencarian ini," jelasnya.
Selain mengandalkan teknologi mekanik, personel lapangan dari berbagai unit SAR tetap melakukan penyisiran secara darat. Radius pencarian pun telah diperluas secara signifikan, menjangkau area sepanjang tujuh kilometer dari titik awal kedua korban dilaporkan hilang.
Pemulihan Pasca-Bencana dan Peringatan Dini
Dampak bencana ini meluas di luar korban jiwa. Aktivitas pertambangan rakyat di sepanjang Sungai Senowo terpaksa lumpuh total. Sementara upaya kemanusiaan berjalan, proses pemulihan sarana dan prasarana yang rusak juga mulai menunjukkan progres. Sejumlah armada operasional yang sempat terjebak berhasil dievakuasi dari tumpukan material.
Hingga Jumat siang, tercatat 12 truk pengangkut dan dua alat berat telah berhasil ditarik pada Kamis sore, disusul satu unit truk tambahan yang berhasil dievakuasi di hari berikutnya. Proses evakuasi kendaraan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah suasana duka yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Di tengah operasi yang masih berlangsung, otoritas setempat mengingatkan ancaman yang belum sepenuhnya sirna. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lahar susulan, mengingat aktivitas vulkanik Gunung Merapi dan pola curah hujan di kawasan hulu yang masih aktif dan fluktuatif. Kehati-hatian ekstra diperlukan mengingat kondisi alam pasca-bencana yang belum stabil.
Artikel Terkait
Wirawati Cup 2026: Turnamen Padel Perdana Sambut Hari Kartini dan 50 Tahun Organisasi
Pemerintah Siapkan BBM Subsidi Rp6.800 per Liter untuk Petani Antisipasi Dampak Kenaikan Harga
Pakar Hukum Soroti Pentingnya Pembenahan Tata Kelola di Balik OTT Ketua Ombudsman
KPK Periksa 10 Saksi Kunci Kasus Dugaan Korupsi Outsourcing di Pemkab Pekalongan