PARADAPOS.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan nasional di tengah gejolak geopolitik global. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin langsung penanaman jagung serentak di lahan seluas lebih dari 3.000 hektare di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (7/3/2026). Aksi nyata ini, menurut Sigit, merupakan bagian dari upaya strategis mencapai swasembada pangan dan energi, sebagaimana selalu didorong oleh Presiden.
Dampak Konflik Global dan Seruan Kemandirian
Dalam sambutannya di tengah hamparan lahan pertanian, Kapolri menyoroti langsung dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi dunia. Ia menjelaskan bagaimana situasi tersebut telah memicu lonjakan harga komoditas energi yang signifikan.
"Ini mengakibatkan konstalasi di global khususnya di wilayah Timur Tengah ini mengalami eskalasi yang meningkat dan dampaknya juga tentunya mulai dirasakan yaitu harga minyak yang tiba-tiba meningkat dari 66 USD per barel menjadi 77 USD per barel artinya naik 16%," ujarnya di lokasi.
Menyikapi ketidakpastian itu, Sigit mengingatkan kembali pesan penting dari Presiden mengenai urgensi kemandirian bangsa. Terutama ketika berbagai negara mulai mengamankan stok pangan dan energi mereka sendiri, langkah Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri menjadi semakin krusial.
"Kita ingat apa yang menjadi pidato Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu bahwa untuk menghadapi situasi global yang tidak menentu maka kita harus bisa mandiri, kita harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Oleh karena itu, beliau selalu mendorong swasembada pangan, swasembada di bidang energi," tegas mantan Kabareskrim Polri tersebut.
Optimalkan Potensi Alam Menuju Hilirisasi
Jenderal Sigit menilai, program penanaman jagung serentak yang melibatkan jajaran Polri ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah langkah praktis memanfaatkan karunia alam Indonesia yang ia gambarkan dengan penuh keyakinan.
"Kita diberikan karunia oleh Allah SWT, bumi yang sangat luar biasa. Kalau bahasa Jawa gemah ripah loh jinawi. Jadi tanah yang sangat subur yang kalau di dalam lagunya Koes Plus itu 'tongkat kayu dan batu jadi tanaman'. Itulah hebatnya Indonesia," tuturnya.
Lebih jauh, Kapolri mendorong agar upaya ketahanan pangan ini tidak berhenti pada produksi bahan mentah. Ia melihat potensi besar untuk mendorong hilirisasi, dimana hasil pertanian seperti jagung dapat diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi, termasuk untuk sektor energi terbarukan.
"Ke depan kita juga bisa membantu mendukung swasembada energi manakala hilirisasi yang sedang didorong oleh Bapak Presiden, baik dari energi fosil sampai dengan renewable energy. Salah satunya adalah bagaimana kita mengelola sawit menjadi biodiesel, kemudian jagung bisa menjadi salah satu bahan baku bensin, dan juga jenis-jenis tanaman lain seperti singkong," jelasnya.
Sinergi Menuju Ketangguhan Nasional
Pada akhir agenda, Kapolri mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kelompok tani hingga perbankan, untuk bersinergi. Kolaborasi yang erat ini dinilai vital untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah dan ketangguhan nasional secara keseluruhan, khususnya dalam menghadapi tantangan global menuju visi Indonesia Emas 2045.
Acara penanaman jagung serentak itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Wamentan RI Sudaryono, Dirut Perum Bulog RI Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, Gubernur Sumsel Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis. Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo turut memantau dan mengikuti jalannya kegiatan secara virtual dari Polda Metro Jaya.
Artikel Terkait
Valorant Gelar Event FTW Night Queue dengan Reward Eksklusif Mulai Maret 2026
Kapolri Pimpin Tanam Jagung Serentak, Targetkan 196 Ribu Hektar untuk Ketahanan Pangan
Wamendikdasmen Tinjau Jumat Bersih di Sukabumi, Tekankan Pembentukan Karakter Siswa
Donny Fattah, Pendiri dan Bassis Legenda God Bless, Meninggal Dunia