PARADAPOS.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengidentifikasi dan menjangkau 77 anak terlantar serta putus sekolah di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk dimasukkan ke dalam program Sekolah Rakyat. Langkah ini diambil sebagai respons atas arahan Presiden Joko Widodo untuk memastikan anak-anak dari kelompok rentan tetap memperoleh hak pendidikan. Para calon siswa ini ditemukan melalui pendataan lapangan dan pencocokan dengan basis data sosial pemerintah.
Merespons Arahan Presiden
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masa depan anak-anak yang terpinggirkan. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai jaring pengaman bagi mereka yang terancam kehilangan akses belajar.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menjelaskan, "Ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat sekolah rakyat ini."
Proses Identifikasi dari Jalanan ke Data Nasional
Proses penjangkauan tidak dilakukan secara instan. Tim dari Kemensos turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyisiran, terutama di lokasi-lokasi dimana anak-anak rentan berkegiatan. Data yang terkumpul kemudian diverifikasi ketat dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan akurasi dan kecocokan kriteria.
Hasilnya cukup mencerminkan realita di lapangan. Dari 77 anak yang berhasil diundang, hampir empat puluh persennya ditemukan sedang beraktivitas di jalanan.
Gus Ipul mengungkapkan, "Dari 77 tadi yang kita undang, 29 diantaranya kita temukan di jalan, mereka sedang mengamen, mereka sedang membantu orang tuanya bekerja, dan sebagian lagi ada yang melakukan kegiatan-kegiatan yang katakanlah bagian dari bekerja, baik itu membantu orang tuanya maupun untuk kepentingan dirinya sendiri."
Pendekatan Personal dan Tindak Lanjut
Setelah diidentifikasi, pendekatan yang dilakukan bukan sekadar administratif. Tim melakukan dialog dengan anak-anak tersebut, mendatangi tempat tinggal mereka, dan bertemu dengan keluarga. Pendekatan humanis ini dinilai penting untuk membangun kepercayaan dan memahami kondisi sebenarnya.
Menteri Sosial melanjutkan penjelasannya, "Mereka-mereka inilah kemudian kita ajak dialog, kemudian kita datangi rumahnya dan temuin orangnya, kita lihat, memenuhi kriteria, langsung kita lakukan pemutakhiran di DTSEN untuk bisa dilakukan verifikasi dan validasi."
Tempat Belajar dan Harapan Ke Depan
Sebagai langkah konkret, puluhan anak yang telah melalui proses verifikasi ini akan segera memulai kegiatan belajar. Lokasi pembelajarannya akan memanfaatkan fasilitas milik Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Jakarta Pusat, yang diharapkan dapat memberikan lingkungan yang kondusif. Program ini tidak hanya bertujuan memulihkan akses pendidikan, tetapi juga menjadi titik awal untuk memutus siklus kemiskinan dan kerentanan sosial yang melingkupi kehidupan anak-anak tersebut.
Artikel Terkait
SDN di Jakarta Barat Olah Sampah Organik Jadi Ekoenzim untuk Peringati Hari Bumi
Surabaya Luncurkan Program Wisata Medis dengan Delapan RS Bersertifikasi
Jadwal Salat dan Buka Puasa Makassar untuk Kamis, 23 April 2026
Survei: 84,6% Publik Puas dengan Kinerja 6 Bulan Pertama Prabowo