PARADAPOS.COM - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sekaligus Utusan Khusus Presiden bidang ketahanan pangan, Mardiono, menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan amanat konstitusi. Dalam pidatonya, ia menyoroti prinsip kedaulatan rakyat dan kemandirian ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan, sebagai fondasi kebijakan yang akan dijalankan.
Kedaulatan Rakyat dan Ekonomi Mandiri Jadi Fondasi
Mardiono menyampaikan pandangannya itu dalam pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP se-Pakuan Raya yang digelar di Lido Lake Resort, Sukabumi, pada Senin, 20 April 2026. Acara yang menghimpun kader dari Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan visi partai.
Di hadapan para kader, Mardiono secara tegas menggarisbawahi esensi negara demokrasi. Prinsip bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, menurutnya, harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kebijakan nyata, termasuk dalam mengarahkan perekonomian nasional.
“Negara kita adalah negara demokrasi, esensinya kedaulatan ada di tangan rakyat. Ini yang harus terus kita jaga bersama,” ucapnya.
Target Lepas dari Ketergantungan Impor Beras
Lebih lanjut, Mardiono yang memegang mandat khusus di bidang ketahanan pangan ini menyinggung arah kebijakan ekonomi yang harus berpihak pada kemandirian. Ia secara khusus mengangkat isu pangan, sektor yang kerap menjadi barometer ketahanan suatu bangsa.
Mengutip arahan Presiden, Mardiono menyatakan target konkret untuk membebaskan Indonesia dari ketergantungan impor beras. Pernyataan ini mengisyaratkan fokus pemerintah pada penguatan sektor pertanian dan rantai pasok dalam negeri.
“Pak Presiden Prabowo menginginkan kedaulatan di tangan rakyat, termasuk dalam ekonomi. Kita tidak boleh terus menjadi importir,” tegasnya, seraya menargetkan hal itu dapat terwujud mulai tahun 2025.
Pesan Kolaborasi dan Soliditas Internal Partai
Selain pidato dari ketua umum, forum musyawarah tersebut juga diwarnai arahan dari pimpinan daerah. Eks Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas dan kekompakan di internal partai.
Ia menyampaikan pesan khusus dari Mardiono agar seluruh jajaran di Jawa Barat menghindari konflik yang dapat melemahkan soliditas. Pesan ini menekankan pada pentingnya kepemimpinan yang bijaksana dan mengedepankan kolaborasi.
“Pak Ketum selalu berpesan, saya selaku pimpinan di Jawa Barat agar menghindari konflik internal dan mengedepankan kolaborasi dalam membangun kekuatan partai. Hindari ekses-ekses negatif dari event politik. Jangan sampai terjadi gaya belah bambu dan kepemimpinan harus dijalankan dengan bijaksana,” ungkap Uu Ruzhanul Ulum.
Optimisme serupa disampaikan oleh Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Anri Hidayana. Ia meyakini bahwa dengan soliditas yang terjaga, partai dapat terus berkembang dan meningkatkan perannya di bawah kepemimpinan saat ini.
“Kita yakin, kalau solid dan kompak, InsyaAllah PPP akan naik kelas,” pungkas Anri.
Pertemuan ini menegaskan posisi PPP dalam menyelaraskan agenda partai dengan prioritas nasional, sekaligus memperkuat kohesi internal di tingkat akar rumput untuk menghadapi dinamika politik ke depan.
Artikel Terkait
Kemensos Identifikasi 77 Anak Terlantar di Jakarta untuk Masuk Sekolah Rakyat
KAI Tegaskan Larangan Penggunaan Stop Kontak Kereta untuk Memasak
Indonesia Tolak Pungutan Tol Laut di Selat Hormuz, Dukung Kebebasan Navigasi
Permohonan Istri Nadiem ke DPR Dapat Peringatan Soal Risiko Intervensi Hukum