PARADAPOS.COM - Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengapung di aliran Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, pada Minggu (8/3/2026) petang. Jasad yang telah membusuk itu berhasil dievakuasi oleh tim gabungan setelah seorang petugas keamanan melaporkan penemuannya. Hingga kini, polisi masih berupaya mengungkap identitas korban dan penyebab kematiannya.
Ditemukan Saat Patroli Sungai
Kronologi penemuan bermula sekitar pukul 17.30 WIB, ketika seorang petugas keamanan sedang berpatroli di tepi Sungai Citarum, tepatnya di Kampung Mekarsari, Kecamatan Baleendah. Dari kejauhan, ia melihat sebuah benda mencurigakan yang terapung dalam posisi tengkurap di tengah arus sungai yang keruh.
Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki Rukmansyah membenarkan laporan tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah petugas mendekat dan memastikan benda itu adalah jenazah manusia, proses evakuasi segera dimulai.
“Saksi yang sedang berpatroli di tepi sungai melihat benda mencurigakan dalam posisi tengkurap di tengah aliran Citarum. Setelah dipastikan itu adalah tubuh manusia, saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian,” jelasnya, Senin (9/3/2026).
Proses Evakuasi yang Menantang
Merespons laporan itu, personel dari Polsek Baleendah, Inafis Polresta Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, dan PMI bergegas menuju lokasi. Tantangan langsung muncul karena posisi jasad yang berada jauh dari tepian. Tim terpaksa menggunakan perahu karet milik BPBD untuk menjangkau dan membawa korban ke darat.
Setelah berhasil dievakuasi, kondisi korban langsung diperiksa di tempat. Jasad pria itu menunjukkan tanda-tanda pembusukan lanjut, termasuk pembengkakan dan aroma yang kuat. Kondisi tersebut mengindikasikan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari lima hari sebelum akhirnya ditemukan.
Identitas dan Penyebab Kematian Masih Misteri
Pemeriksaan awal oleh tim Inafis menyisakan sejumlah pertanyaan. Korban, yang diperkirakan berusia sekitar 50 tahun, sama sekali tidak membawa dokumen identitas. Yang lebih penting, pemeriksaan eksternal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan, seperti luka akibat benda tajam atau tumpul, pada tubuhnya.
Berdasarkan bukti sementara di lokasi dan tidak adanya luka kekerasan, penyidik menduga kuat korban meninggal akibat tenggelam di sungai terpanjang di Jawa Barat itu. Namun, dugaan ini masih bersifat awal dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Langkah Selanjutnya Penyelidikan
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI menuju RSUD Welas Asih untuk menjalani otopsi guna menentukan penyebab kematian yang pasti. Sementara itu, upaya identifikasi terus digenjot.
Penyidik dari Polsek Baleendah masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lain dan menelusuri kemungkinan adanya laporan orang hilang yang sesuai dengan deskripsi korban di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya. Proses ini diharapkan dapat mengungkap identitas pria malang tersebut serta rangkaian peristiwa yang mendahului kematiannya.
Artikel Terkait
Harga Minyak Tembus US$118 per Barel, Trump Klaim Harga Akan Turun Usai Ancaman Nuklir Iran Dinetralisir
Doktif Sambut Penahanan Richard Lee sebagai Titik Terang bagi Korban
Kemenag Tasikmalya Siapkan 35 Masjid Jadi Posko Layanan Pemudik Lebaran
Askrindo dan Bank BTN Jalin Kerja Sama Penjaminan Proyek Senilai Rp1,5 Triliun