Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 6 Orang, Pakar Soroti Perlunya Audit dan Strategi Komprehensif

- Senin, 09 Maret 2026 | 13:25 WIB
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 6 Orang, Pakar Soroti Perlunya Audit dan Strategi Komprehensif

PARADAPOS.COM - Sebuah longsor di gunungan sampah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, pada Minggu (8/3/2025) telah menelan korban jiwa. Menanggapi insiden tersebut, pakar lingkungan menekankan pentingnya penanganan komprehensif, mulai dari audit mendesak hingga strategi pengelolaan limbah jangka panjang, untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Audit Mendesak sebagai Langkah Awal

Merespons kejadian yang hingga Senin (9/3/2026) telah merenggut enam nyawa itu, Mahawan Karuniasa, pakar lingkungan dari Universitas Indonesia, menyarankan langkah audit sebagai tindakan jangka pendek yang krusial. Audit ini diperlukan untuk mengidentifikasi akar masalah, apakah disebabkan kelalaian operasional atau faktor teknis lainnya.

Beberapa aspek kunci yang perlu diteliti mencakup kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), kondisi kemiringan lereng timbunan, sistem pengendalian air, teknik pemadatan sampah, serta efektivitas pemantauan lingkungan di lokasi.

"Tentu saja kalau jangka pendek perlu di audit kembali, diperiksa kembali apa yang terjadi sebenarnya di sana," tegas Mahawan, Senin (9/3).

Strategi Menengah: Menyeimbangkan Arus Sampah

Melangkah ke rencana jangka menengah, Mahawan menerangkan perlunya peningkatan kapasitas pemrosesan sampah. Langkah ini tidak hanya berlaku untuk Bantargebang, tetapi juga untuk tempat pembuangan akhir (TPA) lainnya di berbagai daerah. Fokusnya adalah menciptakan keseimbangan antara sampah yang masuk dan yang dapat diolah.

"Jadi jangan sampai sampah yang masuk ke TPA, ke TPST, Bantar Gebang ini lebih besar dari outflow-nya," jelasnya.

Dia menekankan bahwa pemrosesan di hilir harus dibarengi dengan penguatan di hulu. Artinya, mengurangi volume sampah yang mengalir ke TPA melalui pemilahan yang ketat di sumbernya menjadi hal yang tak kalah penting.

Solusi Jangka Panjang: Mengubah Paradigma Pengelolaan

Untuk keberlanjutan yang lebih baik, pemangku kebijakan didorong memikirkan penanganan jangka panjang yang berorientasi pada pemanfaatan sampah. Konsep ekonomi sirkular dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) perlu diimplementasikan secara lebih masif sejak dari sumber.

"Mulai dari pemilahan, daur ulang, 3R (reduce, reuse, recycle) itu diterapkan di hulu. Sehingga jumlah sampah yang sampai ke TPST Bantar Gebang bisa berkurang," tuturnya.

Rekomendasi berlapis ini menggarisbawahi bahwa insiden longsor di Bantargebang bukan sekadar persoalan teknis sesaat, melainkan gejala dari sistem pengelolaan sampah yang memerlukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh. Pendekatan dari hulu ke hilir dinilai kunci untuk membangun ketahanan dan keamanan operasional TPST di masa depan.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar