PARADAPOS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, khususnya warga Tionghoa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Bantuan yang bersumber dari hasil lelang lukisan karya ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono, itu diserahkan menjelang perayaan Cap Go Meh sebagai wujud semangat berbagi di bulan Ramadhan dan simbol persaudaraan lintas budaya.
Penyaluran Bantuan di Tengah Tradisi Budaya
Dalam kunjungan kerjanya ke Singkawang, AHY secara langsung menyalurkan bantuan tersebut. Kota yang dikenal dengan keberagaman dan kerukunannya itu menjadi lokasi yang tepat untuk aksi sosial ini. Penyerahan dilakukan di Vihara Panca Saddha, bertepatan dengan persiapan menyambut Festival Cap Go Meh yang menjadi tradisi tahunan penting bagi masyarakat setempat.
“Di Singkawang, bantuan tersebut diserahkan di Vihara Panca Saddha, menjelang perayaan Festival Cap Go Meh yang menjadi tradisi budaya penting di kota tersebut,” ungkapnya.
Semangat Kemanusiaan Tanpa Batas
AHY menegaskan bahwa bantuan sosial ini dilandasi prinsip kemanusiaan yang mendasar. Bantuan menyasar masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, ras, dan etnis, mencerminkan nilai kebinekaan yang menjadi fondasi bangsa.
“Semangatnya adalah membantu sesama. Tanpa melihat dari mana kita berasal, apa pun suku, agama, ras, dan etnis kita. Indonesia berdiri di atas keberagaman, dan di Kota Singkawang kita bisa melihat contoh harmoni itu,” tegas AHY.
Inspirasi di Balik Lukisan "Kuda Api"
Bantuan yang disalurkan berasal dari hasil lelang lukisan berjudul "Kuda Api" karya Susilo Bambang Yudhoyono. Lukisan yang terinspirasi dari shio tahun 2026 atau Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili itu terjual dengan nilai mencapai Rp6,5 miliar. Seluruh hasilnya dialokasikan untuk kegiatan kemanusiaan.
Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan energi, keberanian, dan ketangguhan. AHY menjelaskan bahwa ayahnya mendedikasikan lukisan tersebut sebagai simbol semangat dan kerja keras.
“Pak SBY mendedikasikan lukisan Kuda Api yang melambangkan energi, semangat, kerja keras, dan tekad untuk mencapai cita-cita. Alhamdulillah, lukisan itu terjual melalui lelang dengan nilai Rp6,5 miliar. Seluruh hasilnya didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan dan sosial bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan, di mana pun berada,” jelasnya.
Lebih dari Sekadar Karya Seni
Menutup penjelasannya, AHY menekankan bahwa nilai lukisan "Kuda Api" melampaui aspek estetika semata. Karya tersebut merupakan simbol kepedulian sosial yang diwujudkan dalam kontribusi nyata untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi jembatan untuk aksi sosial yang inklusif dan berdampak langsung di lapangan.
Artikel Terkait
Bupati Bener Meriah Desak Perbaikan Jalan Rusak, Khawatirkan Kerugian Kopi Gayo Rp 500 Miliar
Palu Luncurkan Program Sampah Tukar Takjil untuk Kurangi Sampah Ramadhan
Pasangan dan Anak Kecil Terlibat dalam Pencurian Kotak Infak Masjid di Labuhanbatu Utara
Menteri PU Dukung Penyelidikan Kejaksaan atas Sejumlah Proyek