Palu Luncurkan Program Sampah Tukar Takjil untuk Kurangi Sampah Ramadhan

- Senin, 09 Maret 2026 | 21:50 WIB
Palu Luncurkan Program Sampah Tukar Takjil untuk Kurangi Sampah Ramadhan

PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Palu menggandeng komunitas lokal dan mahasiswa untuk menginisiasi program kreatif "Sampah Tukar Takjil" di Sulawesi Tengah. Inisiatif yang digelar pada Senin (9/3) ini bertujuan menangani potensi lonjakan sampah selama Ramadhan 1447 Hijriah sekaligus menyemarakkan bulan suci dengan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kolaborasi untuk Atasi Sampah Ramadhan

Program ini merupakan hasil sinergi yang solid antara Pemerintah Kota Palu, Bank Sampah Kabelota Pura, dan sejumlah organisasi lingkungan hidup yang digerakkan oleh mahasiswa Universitas Tadulako. Kolaborasi semacam ini menunjukkan pendekatan yang komprehensif, menggabungkan otoritas pemerintah, gerakan akar rumput, serta semangat kaum intelektual muda. Dengan melibatkan berbagai elemen, program diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan menciptakan dampak yang lebih berkelanjutan.

Di lapangan, kegiatan ini tidak sekadar transaksi barter biasa. Warga yang datang terlihat antusias membawa berbagai jenis sampah yang telah mereka pilah, menukarkannya dengan takjil yang siap disantap untuk berbuka puasa. Suasana ini menciptakan dinamika positif di mana kepedulian lingkungan berpadu dengan semangat berbagi khas Ramadhan.

Dua Manfaat dalam Satu Gerakan

Secara strategis, program "Sampah Tukar Takjil" dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus. Di satu sisi, kegiatan ini menjadi sarana edukasi publik untuk mengurangi volume sampah rumah tangga yang biasanya meningkat signifikan selama bulan puasa. Di sisi lain, ia juga berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial dengan menyediakan takjil gratis bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

Fokus utamanya adalah mengalihkan aliran sampah dari berakhir langsung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan mendorong pemilahan dari sumbernya, sampah yang terkumpul memiliki nilai lebih untuk didaur ulang atau diolah kembali, sehingga mengurangi beban lingkungan dan memperpanjang usia operasional TPA.

Seorang perwakilan dari Bank Sampah Kabelota Pura menjelaskan logika di balik program ini.

"Selain untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, kegiatan ini juga untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) selama Ramadhan," ungkapnya.

Program semacam ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dalam pengelolaan sampah perkotaan. Dibutuhkan pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga kultural, dengan menyentuh langsung kebiasaan masyarakat dan momentum sosial seperti Ramadhan. Keberhasilan langkah awal ini bisa menjadi model yang diadopsi daerah lain, menunjukkan bahwa solusi lingkungan seringkali berawal dari kolaborasi dan pemahaman konteks lokal yang mendalam.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar