PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik militer dengan Iran sebagai sebuah "ekskursi jangka pendek" yang akan berlanjut hingga negara itu dikalahkan secara telak. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah konferensi Partai Republik di Florida, Selasa (10/3/2026), di tengah eskalasi serangan gabungan AS-Israel yang telah berlangsung sejak akhir Februari dan menelan ribuan korban jiwa di kedua belah pihak.
Klaim Kemenangan dan Ancaman Nuklir
Dalam pidatonya, mantan presiden ke-45 AS itu tampak percaya diri dengan perkembangan operasi militer. Ia mengklaim bahwa kekuatan gabungan AS dan Israel telah menghancurkan kemampuan militer Iran, termasuk armada laut dan sistem drone serta rudalnya.
“Kami melakukan sedikit ekskursi karena kami merasa harus melakukan itu untuk menyingkirkan beberapa kejahatan, dan saya pikir Anda akan melihat itu akan menjadi ekskursi jangka pendek,” ujarnya.
Trump kemudian memberikan justifikasi yang lebih gamblang mengenai urgensi aksi militer tersebut. “Jika kita tidak melakukan itu, mereka akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu,” tambahnya, menegaskan alasan di balik serangan pencegahan yang dilancarkan.
Dampak Konflik yang Terus Berlanjut
Di lapangan, konflik yang diprediksi Trump sebagai "perjalanan singkat" ini justru menunjukkan intensitas yang tinggi dan konsekuensi yang menghancurkan. Serangkaian serangan yang dimulai pada 28 Februari itu dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.200 orang di Iran. Korban tersebut mencakup figur-figur kunci seperti Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.
Iran tidak tinggal diam. Balasan telah dilancarkan terhadap pangkalan dan fasilitas AS di kawasan, serta sejumlah kota di Israel. Serangan balik ini juga memakan korban di pihak Amerika, dengan setidaknya tujuh personel militer AS dilaporkan tewas.
Komitmen untuk Melanjutkan Operasi
Terlepas dari korban yang berjatuhan, Trump menegaskan komitmennya untuk terus mendorong operasi militer. Dengan nada tegas, ia menyatakan bahwa kampanye ini akan terus berlangsung hingga tujuan utamanya tercapai.
“Angkatan Laut telah lenyap. Semuanya tergeletak di dasar laut—46 kapal,” klaim Trump sembari menegaskan kembali tujuannya. “AS akan melanjutkan operasi militer hingga Iran ‘benar-benar dan secara telak dikalahkan,’” tegasnya, mengulang komitmen yang menjadi tema sentral pernyataannya.
Pernyataan-pernyataan kontroversial ini disampaikan dalam atmosfer politik yang dinamis, menggarisbawahi kompleksitas dan ketegangan geopolitik di kawasan yang sudah lama memanas. Analisis dari berbagai kalangan pun terus mengalir, mencoba memproyeksikan akhir dari konflik yang dampaknya telah meluas ke berbagai sektor.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Evaluasi Kinerja Pejabat, Tegaskan Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Korban Tewas Longsor Sampah Bantargebang Bertambah Jadi Enam Orang
Samsat Keliling Polda Metro Jaya Buka di 14 Titik Jabodetabek Hari Ini
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dalam OTT Kedelapan di Tahun 2026