PARADAPOS.COM - Sebuah upaya penyelamatan hewan laut besar-besaran dilakukan di perairan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10 Maret 2026). Puluhan paus pilot, mamalia laut yang dilindungi, ditemukan terjebak dalam jaring nelayan di kawasan Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya. Meskipun upaya evakuasi gabungan antara polisi dan nelayan setempat berhasil mengembalikan sebagian besar paus ke laut lepas, insiden ini tetap memakan korban dengan beberapa ekor paus dilaporkan mati.
Upaya Penyelamatan dengan Peralatan Terbatas
Informasi mengenai gerombolan paus yang terperangkap itu pertama kali diterima oleh petugas piket Polsek Rote Barat Daya. Tanpa menunggu lama, personel kepolisian segera bergerak menuju lokasi. Di lapangan, mereka bergabung dengan sejumlah nelayan setempat untuk melakukan operasi penyelamatan. Dengan peralatan yang serba terbatas dan mengandalkan perahu tradisional, tim gabungan ini berusaha menggiring kawanan paus tersebut menjauh dari perairan dangkal.
Kondisi pasang surut air laut menjadi salah satu faktor kritis yang mempercepat langkah mereka. Tujuannya jelas: membawa mamalia-mamalia itu ke perairan yang lebih dalam sebelum air benar-benar surut dan menjebak mereka di karang atau pantai.
Proses Tiga Jam dan Korban yang Berjatuhan
Proses menggiring puluhan paus pilot yang panik bukanlah pekerjaan mudah. Upaya yang penuh kehati-hatian itu memakan waktu hampir tiga jam sebelum akhirnya kawanan paus mencapai titik yang dianggap aman. Sayangnya, di tengah kekacauan dan upaya penyelamatan yang mendesak, tidak semua paus berhasil diselamatkan.
Kapolsek Rote Barat Daya, dalam keterangannya, mengonfirmasi adanya korban dalam insiden ini. "Namun begitu, sejumlah paus pilot ada yang terdampar hingga ke tepian pantai dan dilaporkan ada beberapa Paus yang mati, dan rencananya akan segera dievakuasi," ungkapnya.
Rencana evakuasi terhadap bangkai paus yang terdampar pun segera disusun untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan di sekitar pantai. Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan satwa laut terhadap aktivitas penangkapan ikan dan pentingnya koordinasi cepat dalam penanganan mamalia laut terdampar.
Artikel Terkait
Arema FC Tahan Imbang Persib Bandung, Jadi Satu-Satunya Tim yang Curi Poin di Kandang Maung Bandung
Bupati Bulungan Raih Penghargaan Nasional Akselerasi Ekonomi Hijau di Metro TV Awards 2026
Gunung Semeru Erupsi Jumat Malam, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer
Wakil Ketua Komisi I DPR Desak Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL Usai Prajurit TNI Gugur di Lebanon