Upaya Gabungan Polisi dan Nelayan Selamatkan Puluhan Paus Pilot Terjebak Jaring di Rote Ndao

- Selasa, 10 Maret 2026 | 10:25 WIB
Upaya Gabungan Polisi dan Nelayan Selamatkan Puluhan Paus Pilot Terjebak Jaring di Rote Ndao

PARADAPOS.COM - Sebuah upaya penyelamatan hewan laut besar-besaran dilakukan di perairan Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (10 Maret 2026). Puluhan paus pilot, mamalia laut yang dilindungi, ditemukan terjebak dalam jaring nelayan di kawasan Desa Fuanfuni, Kecamatan Rote Barat Daya. Meskipun upaya evakuasi gabungan antara polisi dan nelayan setempat berhasil mengembalikan sebagian besar paus ke laut lepas, insiden ini tetap memakan korban dengan beberapa ekor paus dilaporkan mati.

Upaya Penyelamatan dengan Peralatan Terbatas

Informasi mengenai gerombolan paus yang terperangkap itu pertama kali diterima oleh petugas piket Polsek Rote Barat Daya. Tanpa menunggu lama, personel kepolisian segera bergerak menuju lokasi. Di lapangan, mereka bergabung dengan sejumlah nelayan setempat untuk melakukan operasi penyelamatan. Dengan peralatan yang serba terbatas dan mengandalkan perahu tradisional, tim gabungan ini berusaha menggiring kawanan paus tersebut menjauh dari perairan dangkal.

Kondisi pasang surut air laut menjadi salah satu faktor kritis yang mempercepat langkah mereka. Tujuannya jelas: membawa mamalia-mamalia itu ke perairan yang lebih dalam sebelum air benar-benar surut dan menjebak mereka di karang atau pantai.

Proses Tiga Jam dan Korban yang Berjatuhan

Proses menggiring puluhan paus pilot yang panik bukanlah pekerjaan mudah. Upaya yang penuh kehati-hatian itu memakan waktu hampir tiga jam sebelum akhirnya kawanan paus mencapai titik yang dianggap aman. Sayangnya, di tengah kekacauan dan upaya penyelamatan yang mendesak, tidak semua paus berhasil diselamatkan.

Kapolsek Rote Barat Daya, dalam keterangannya, mengonfirmasi adanya korban dalam insiden ini. "Namun begitu, sejumlah paus pilot ada yang terdampar hingga ke tepian pantai dan dilaporkan ada beberapa Paus yang mati, dan rencananya akan segera dievakuasi," ungkapnya.

Rencana evakuasi terhadap bangkai paus yang terdampar pun segera disusun untuk mencegah dampak lingkungan dan kesehatan di sekitar pantai. Kejadian ini kembali menyoroti kerentanan satwa laut terhadap aktivitas penangkapan ikan dan pentingnya koordinasi cepat dalam penanganan mamalia laut terdampar.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar