PARADAPOS.COM - Dalam peringatan Hari Musik Nasional di Gedung Negara Provinsi Banten, Selasa (10/3/2026), Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) mendorong para kreator musik untuk tetap produktif berinovasi. Ajakan ini disampaikan di tengah tantangan besar yang dibawa oleh pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam industri kreatif, yang dinilai masih minim regulasi.
Dorongan Berkarya di Tengah Tantangan AI
Sekretaris Jenderal PAPPRI, Dwiki Dharmawan, secara khusus menyoroti dinamika industri yang tengah berhadapan dengan teknologi baru. Ia mengakui bahwa kemajuan AI menciptakan lanskap tantangan yang kompleks bagi para musisi dan pencipta lagu di tanah air.
Dwiki Dharmawan menjelaskan, "Banyak tantangan yang dihadapi insan musik Indonesia. Salah satunya adalah perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang hingga kini dinilai belum memiliki payung hukum yang jelas dalam mengatur penggunaannya di industri musik."
Meski demikian, ia menekankan agar fenomena ini tidak lantas membuat para insan musik surut semangat. Sebaliknya, momentum ini harus dijadikan cambuk untuk terus menghasilkan karya orisinal yang tidak hanya disukai di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.
Pentingnya Wadah Ekspresi bagi Seniman
Di tingkat daerah, PAPPRI Banten aktif mengupayakan fasilitas yang lebih baik bagi para anggotanya. Organisasi tersebut mendorong pemerintah setempat untuk menyediakan gedung kesenian yang representatif sebagai ruang bagi seniman, termasuk musisi, untuk berkarya dan berekspresi.
Menanggapi hal ini, Gubernur Banten Andra Soni yang hadir dalam kesempatan itu menyatakan bahwa aspirasi tersebut telah diterima. Ia sepakat bahwa sebuah daerah memang selayaknya memiliki infrastruktur kesenian yang memadai.
Andra Soni menambahkan, "Namun, saat ini pemerintah masih memprioritaskan program-program yang bersifat fundamental." Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa meski memahami kebutuhan tersebut, realisasi pembangunannya masih perlu menunggu penyesuaian dengan skala prioritas dan anggaran yang ada.
Semangat "Nada Nusantara, Resonansi Dunia"
Peringatan Hari Musik Nasional tahun ini mengusung tema "Nada Nusantara, Resonansi Dunia," sebuah tema yang sejalan dengan seruan untuk go international. Acara yang berlangsung di Serang tersebut turut dimeriahkan oleh sejumlah nama besar seperti Ita Purnamasari dan Sulis, menunjukkan gelora semangat kebersamaan di antara para pelaku industri musik.
Suasana acara yang penuh warna ini sekaligus menjadi pengingat betapa vitalnya peran musik sebagai bagian dari identitas budaya, sekaligus sebagai produk kreatif yang harus terus dilindungi dan dikembangkan di era disruptif seperti sekarang.
Artikel Terkait
Xpeng Indonesia Buka Dealer 3S Baru di Pluit, Dukung Ekspansi Pasar
Iran Tawarkan Akses Selat Hormuz bagi Negara yang Usir Duta Besar AS dan Israel
Wanita Muda Ditemukan Tewas Terbungkus Karung di Bantaran Sungai Denai
Menteri Parekraf Dukung NTB Kembangkan Ekonomi Kreatif lewat Sertifikasi EO dan Data Center Hijau