Pelatih Arema Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Kekalahan dari Bhayangkara

- Selasa, 10 Maret 2026 | 18:25 WIB
Pelatih Arema Soroti Kepemimpinan Wasit Usai Kekalahan dari Bhayangkara

PARADAPOS.COM - Pelatih Arema Malang, Marcos Santos, menyoroti kepemimpinan wasit sebagai faktor krusial dalam kekalahan timnya 1-2 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandarlampung, Selasa malam. Dalam konferensi pers usai laga, pelatih asal Brasil itu menyampaikan kekecewaannya atas sejumlah keputusan yang dinilainya merugikan skuadnya, meski tetap mengakui kualitas lawan.

Kritik Terhadap Kepemimpinan Wasit

Santos mengawali analisisnya dengan mengapresiasi kualitas Bhayangkara FC yang dianggapnya memiliki pemain-pemain mumpuni. Namun, menurutnya, laga yang seharusnya berjalan kompetitif itu dinodai oleh inkonsistensi wasit dalam mengambil keputusan. Dia merasa timnya terus-menerus dirugikan sejak babak pertama hingga pertandingan berakhir.

“Pertandingan melawan Bhayangkara berlangsung sulit, bukan hanya karena kualitas lawan, tetapi juga kepemimpinan wasit yang memengaruhi jalannya laga,” tuturnya dengan nada kecewa.

Pengalaman di Liga Top Dunia

Mengacu pada pengalaman panjangnya melatih di berbagai kompetisi, Santos menyatakan heran dengan apa yang disaksikannya malam itu. Dia menegaskan bahwa standar pengambilan keputusan dalam pertandingan tersebut jauh dari yang biasa dijumpainya di level internasional.

“Saya pernah melatih di liga Italia dan Libertadores, tetapi saya tidak pernah melihat kepemimpinan wasit seperti ini. Tapi saya tetap menghormati keputusan wasit,” jelasnya, berusaha menahan emosi.

Kekhawatiran untuk Sepak Bola Indonesia

Kritik lebih spesifik dilontarkannya terkait keputusan memberikan kartu merah kepada pemain Arema, sementara pelanggaran serupa dari pihak Bhayangkara dianggapnya tidak mendapat sanksi yang setara. Hal ini, menurut Santos, menciptakan ketidakseimbangan yang sulit diatasi oleh anak asuhnya.

“Kami bukan tidak menghormati wasit, tetapi dalam situasi seperti ini tentu menjadi sulit,” ujarnya. Dia kemudian menyampaikan catatan yang lebih mendalam. “Tentunya saya prihatin dengan sepakbola Indonesia yang sudah maju, tetapi kalau menggunakan wasit dari luar harus lebih tegas lagi.”

Apresiasi untuk Semangat Pemain

Di tengah kekecewaannya, Santos tidak lupa memberikan pujian tinggi pada mental bertarung para pemain Arema. Timnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Joel Vicinius dan harus bertahan dengan sepuluh pemain, namun akhirnya takluk 2-1 setelah Bhayangkara membalikkan keadaan.

Meski hasil akhir tidak berpihak, pelatih itu mengaku bangga dengan perlawanan yang ditunjukkan anak buahnya hingga peluit panjang berbunyi, sebuah sikap yang mencerminkan karakter kesatria di atas lapangan.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar