PARADAPOS.COM - Sekitar 1.200 warga di Desa Sukajadi, Kabupaten Aceh Tamiang, kini mendapatkan akses air bersih berkat instalasi teknologi filtrasi air berkapasitas besar. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara ParagonCorp dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang bertujuan menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air minum dan sanitasi yang layak.
Sinergi Industri dan Kampus untuk Solusi Nyata
Teknologi penyaring air tersebut diserahterimakan dalam sebuah acara yang dihadiri perwakilan dari kedua lembaga. Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menekankan pentingnya kemitraan strategis semacam ini untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Astri Wahyuni menjelaskan, "Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi dengan ITB dan DPMK ITB, kami berharap teknologi filter air ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang. Di saat yang sama, kami juga melengkapi upaya tersebut melalui pembangunan beberapa titik sumur bor agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat akses air bersih. Semangat kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen ParagonCorp bersama ParagoNation untuk terus menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat."
Pendapat senada disampaikan oleh Direktur Humas ITB, Laila Arif, yang melihat proyek ini sebagai bentuk konkret transfer ilmu pengetahuan dari kampus ke masyarakat.
Laila Arif mengungkapkan, "Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan inovasi teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pengembangan sistem filtrasi air ini, ITB berharap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses air bersih. Kami juga mengapresiasi kolaborasi bersama ParagonCorp yang memungkinkan solusi ini dapat diimplementasikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat di Aceh Tamiang."
Cara Kerja dan Dampak Langsung bagi Warga
Unit filter berkapasitas 7.000 liter per jam itu dipasang di tepi Sungai Tamiang, yang selama ini menjadi sumber air utama warga meski kondisinya keruh. Sistem ini menyedot air sungai, memprosesnya melalui dua tahap filtrasi, hingga menghasilkan air jernih yang layak konsumsi. Air bersih itu kemudian ditampung dalam tangki besar sebelum dialirkan ke toren air di rumah-rumah penduduk.
Selain melalui jaringan pipa, warga juga bisa mengambil air langsung dari lokasi instalasi. Terutama selama bulan Ramadan, antrean warga dengan galon kosong menjelang waktu berbuka menjadi pemandangan biasa, menunjukkan tingginya kebutuhan dan penerimaan masyarakat terhadap fasilitas ini.
Dampak kesehatannya pun terasa nyata. Salah satu kisah yang beredar di masyarakat menceritakan seorang bayi yang menderita diare hampir sebulan dan tak kunjung sembuh meski telah diobati. Setelah keluarganya beralih menggunakan air hasil penyaringan teknologi ini, kondisi bayi tersebut dilaporkan membaik secara signifikan hingga akhirnya pulih.
Dukungan Tambahan dan Harapan Ke Depan
Untuk memperkuat dampak program, ParagonCorp juga membangun belasan titik sumur bor di wilayah Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Pembangunan infrastruktur pendukung ini dimaksudkan untuk melengkapi sistem filtrasi dan memperluas jangkauan akses air bersih ke lebih banyak titik.
Kolaborasi antara ParagonCorp dan ITB ini menjadi contoh bagaimana sinergi keahlian teknis akademik dengan kapasitas implementasi industri dapat menghasilkan solusi tepat guna. Keberhasilan di Desa Sukajadi diharapkan dapat menginspirasi inisiatif serupa di berbagai daerah lain yang masih menghadapi tantangan serupa dalam pemenuhan air bersih.
Artikel Terkait
Menhub Sayangkan Pelanggaran Pembatasan Logistik, Gilimanuk Padat Jelang Mudik Lebaran
Afghanistan Tuduh Pakistan Serang Rumah Sakit, 400 Orang Tewas
Idulfitri 2026 Berlangsung di Tengah Duka Konflik AS-Israel-Iran dan Ancaman Resesi Global
Direktur PT MMS Dituntut 6 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp 1,9 Miliar dalam Kasus Sewa Gedung Klaten