PARADAPOS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menyatakan harga bahan pokok pasca-Lebaran 2026 diproyeksikan tetap terkendali, bahkan berpotensi turun. Pernyataan ini menanggapi kekhawatiran dari asosiasi pedagang mengenai kemungkinan lonjakan harga dalam sepekan setelah Idulfitri. Untuk memastikan stabilitas pasar, pemerintah akan melakukan pemantauan ketat di lapangan selama sebulan ke depan.
Pemantauan Ketat Pasca-Lebaran
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menjelaskan bahwa optimisme pemerintah didasarkan pada pola tahun-tahun sebelumnya. Tren penurunan harga pasca-perayaan dinilai sebagai pola yang lazim terjadi. Langkah proaktif dengan turun langsung ke pasar dianggap krusial untuk mengambil tindakan cepat jika diperlukan.
“Kalau kita mengacu terhadap apa yang terjadi tahun lalu, biasanya trennya justru turun. Jadi mudah-mudahan ya ini kita coba pantau terus selama satu bulan ke depan juga,” tutur Roro saat berkunjung ke Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Ia menambahkan bahwa koordinasi telah diperkuat dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta pemerintah daerah. Kerja sama lintas lembaga ini difokuskan pada pengawasan pasokan dan evaluasi harga secara real-time di berbagai titik distribusi.
Kondisi Harga Komoditas Terkini
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah komoditas utama menunjukkan kondisi yang beragam. Harga minyak goreng Minyakita, misalnya, masih bertahan pada level harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, yaitu Rp15.700 per liter. Pengawasan distribusi diperketat dengan melibatkan BUMN pangan untuk menjamin ketersediaan.
Komoditas seperti telur, bawang merah, dan bawang putih juga tercatat dalam kondisi stabil. Namun, tekanan harga masih terlihat pada cabai, yang membuat pemerintah perlu berkoordinasi lebih intensif dengan Bapanas selaku regulator utama.
Penjelasan Bapanas Soal Fluktuasi Cabai
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai dinamika harga cabai. Ia mengakui adanya perbedaan harga antar pedagang dalam satu pasar, tetapi menegaskan bahwa tren umum sudah mulai menunjukkan penurunan seiring membaiknya pasokan dari daerah sentra produksi.
“Harga cabai merah secara umum sebenarnya turun, karena sebelumnya sampai Rp70.000–Rp75.000, sekarang biasanya dijual Rp55.000–Rp60.000, jadi sudah turun sebenarnya,” jelas Ketut.
Ia memaparkan bahwa fasilitasi distribusi khusus untuk cabai telah dihentikan karena pasokan dari daerah seperti Kediri dinilai sudah mencukupi dan mulai mengalir lancar. Situasi ini mengindikasikan bahwa mekanisme pasar mulai berjalan normal tanpa perlu intervensi berlebihan.
Stok Aman Menjelang Hari Raya
Secara keseluruhan, ketersediaan stok bahan pokok utama untuk menyambut Lebaran dilaporkan dalam kondisi aman. Komoditas strategis seperti beras, bawang, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam telah dipastikan kecukupannya. Untuk daging sapi, harga di tingkat konsumen bervariasi tergantung kualitas.
“Sebenarnya [daging sapi] relatif sudah aman, ada yang Rp140.000 per kilogram. Tapi kalau yang khusus, artinya yang super tentu tidak kami atur, ada yang Rp150.000 per kilogram, ada yang Rp190.000 per kilogram,” ungkap Ketut.
Dengan pemantauan berlapis dan koordinasi yang terjaga, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat tetap stabil pada momen penting pasca-perayaan ini, seraya mengakui kompleksitas dinamika harga di tingkat pedagang eceran.
Artikel Terkait
Riky Febriansyah dan Maissy Pramaisshela Konfirmasi Pisah Rumah
BGN Gandeng Kejaksaan Agung Awasi Ketat Anggaran Makan Bergizi Gratis hingga ke Desa
Pemuda Kediri Diamankan Usai Diduga Melecehkan Mahasiswi di Nganjuk
Adam Alis dan Saddil Ramdani Gelar Live TikTok Santai dengan Manajer Borneo Usai Laga