Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8 Miliar Usai Dikritik Presiden Prabowo

- Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB
Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp8 Miliar Usai Dikritik Presiden Prabowo

PARADAPOS.COM - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, secara resmi meminta maaf kepada publik dan mengonfirmasi telah mengembalikan mobil dinas senilai Rp8 miliar yang sebelumnya disorot oleh Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan menyusul kritik tajam dari Presiden terkait efisiensi anggaran daerah. Rudy menegaskan, kendaraan tersebut sudah dikembalikan ke pemprov sejak awal Maret, dan anggarannya akan dialihkan untuk program-program yang lebih mendesak bagi masyarakat.

Permintaan Maaf dan Langkah Konkret Gubernur

Dalam responsnya, Rudy Mas'ud tidak hanya menyampaikan permohonan maaf tetapi juga menjelaskan langkah-langkah konkret yang telah diambil. Dia menekankan bahwa keputusan untuk mengembalikan kendaraan dinas mewah itu diambil setelah mendengarkan aspirasi masyarakat yang berkembang luas di Kalimantan Timur.

“Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kami mohon untuk bisa dikawal, kita bersama-sama membangun Kaltim,” tuturnya.

Gubernur menjelaskan bahwa proses pengembalian secara administratif telah rampung. Dia ingin memastikan bahwa langkah ini dipahami bukan sebagai tindakan seremonial belaka, melainkan bagian dari komitmen penyesuaian kebijakan.

“Alhamdulillah tanggal 2 Maret sebenarnya kami sudah mengembalikan mobil ini dan administrasinya sudah selesai di tanggal 11 Maret,” jelasnya.

Pengalihan Anggaran untuk Kepentingan Publik

Lebih lanjut, Rudy memaparkan bahwa dana yang dialokasikan untuk kendaraan dinas tersebut kini akan difokuskan pada sektor-sektor pelayanan dasar. Pergeseran prioritas anggaran ini, menurutnya, diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih langsung dan terasa bagi warga.

“Mudah-mudahan lebih bisa bermanfaat untuk kegiatan pembangunan yang sifatnya standar pelayanan minimum, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, termasuk juga kegiatan sosial lainnya,” ujarnya.

Rudy juga menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan dari masyarakat. Dia mengaku kini lebih sering menggunakan kendaraan yang tersedia atau bahkan kendaraan pribadi dalam aktivitas lapangan, untuk dapat melihat kondisi riil di daerah.

“Terima kasih banyak kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk mengingatkan semuanya. Kami sangat mendengarkan seluruh kritik dan saran, dan kami sangat menerima itu,” ungkapnya.

Sorotan Presiden Prabowo atas Efisiensi Anggaran

Pernyataan Gubernur Rudy ini merupakan respons dari kritik yang dilontarkan Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya. Dalam sebuah kesempatan di Hambalang, Bogor, Presiden secara khusus menyoroti pemborosan anggaran daerah, dengan menyebut contoh konkret pembelian mobil dinas gubernur yang mencapai Rp8 miliar.

“Banyak pejabat itu menurut saya ini tidak efisien. Ada pemerintah daerah beli mobil dinas gubernur sampai Rp8 miliar,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan bahwa prioritas anggaran seharusnya diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan infrastruktur desa. Dia juga memberikan perbandingan dengan kendaraan dinas yang digunakannya sendiri.

“Saya Presiden Indonesia. Saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya Rp700 juta, mungkin jadi Rp1 miliar, tapi tidak sampai Rp8 miliar,” lanjutnya.

Pidato tersebut ditutup dengan pesan yang mengingatkan kembali tugas utama seorang pemimpin daerah. Prabowo menegaskan bahwa esensi dari jabatan publik adalah pelayanan yang tulus kepada rakyat.

“Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu, itu yang kita minta,” pungkasnya.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar