PARADAPOS.COM - Arus mudik Lebaran 2026 berjalan dengan lancar dan aman, ditandai dengan penurunan angka kecelakaan lalu lintas yang signifikan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa pengamanan arus mudik tahun ini menunjukkan peningkatan yang baik. Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pengamat kepolisian, yang menilai operasi pengamanan berjalan kondusif dan efektif.
Apresiasi untuk Kinerja Pengamanan
Kinerja jajaran kepolisian dan pihak terkait dalam mengawal gelombang pemudik mendapat sorotan positif. Upaya mereka dinilai telah memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan di jalan raya.
Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan menyampaikan penghargaannya. "Kita sampaikan apresiasi kepada Kapolri dan jajaran kepolisian serta pihak terkait yang sudah memberikan pelayanan dan pengabdian terbaik untuk masyarakat saat mudik. Terima kasih juga kita sampaikan kepada masyarakat atas kepatuhannya di jalan serta tertib saat mudik," ungkapnya, Minggu (22/3/2026).
Penurunan Drastis Angka Kecelakaan
Data yang dirilis kepolisian mengonfirmasi keberhasilan operasi ini. Edi Hasibuan, yang juga pernah menjabat Anggota Kompolnas periode 2012-2016, memaparkan bahwa terjadi penurunan tajam kasus kecelakaan lalu lintas selama periode mudik. Jumlah insiden turun menjadi 1.301 kasus, atau mengalami penurunan sebesar 3,23 persen dibanding tahun sebelumnya.
Yang lebih menggembirakan, penurunan angka fatalitas atau korban jiwa bahkan lebih curam. Statistik menunjukkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan mudik berkurang 24,61 persen, dari 191 jiwa pada periode sebelumnya menjadi 144 jiwa tahun ini.
Terobosan dan Strategi Pengendalian Lalu Lintas
Kesuksesan ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari serangkaian strategi terencana dan pengawasan ketat. Berbagai terobosan operasional diterapkan di lapangan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan.
“Ia pun mengakui dalam penanganan mudik 2026 banyak dilakukan berbagai terobosan mulai dari efektivitas rekayasa lalu lintas seperti one way, contra flow dan pengawasan yang ketat oleh petugas pada daerah-daerah yang rawan kecelakaan lalu lintas,” jelas Edi Hasibuan.
Selain upaya pencegahan kecelakaan, pengaturan lalu lintas juga difokuskan untuk meminimalisir kemacetan panjang yang kerap terjadi di titik-titik tradisional. Langkah-langkah komprehensif ini pada akhirnya bertujuan menciptakan kenyamanan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan.
“Kita melihat Polri telah hadir sebagai pelayan, pelindung dan pengayom untuk masyarakat,” pungkas Edi menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Ribuan Warga Padati Monas di H+1 Lebaran 2026
Presiden Prabowo Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Terganggu Efisiensi Anggaran
Rijsttafel Kolonial Beradaptasi, Jadi Simbol Kebersamaan Saat Lebaran
Perempuan Tewas Jatuh dari Lantai Empat Mal di Medan