PARADAPOS.COM - Menjelang puncak kedatangan jemaah haji Indonesia di Makkah, Terminal Syib Amir menyiagakan sistem shuttle dan pengaturan gerbang khusus untuk menjaga kelancaran arus. Terminal ini menjadi titik krusial dalam layanan transportasi bus shalawat bagi jemaah di sekitar Masjidil Haram. Dengan suhu yang terus meningkat, petugas di lapangan mulai mengantisipasi lonjakan pergerakan yang diperkirakan terjadi pekan depan.
Sistem Shuttle dan Pengaturan Gerbang
Untuk mengurangi waktu tunggu dan kepadatan, petugas mengoperasikan armada shuttle secara terus-menerus. Armada ini berputar tanpa henti, memastikan jemaah tidak perlu menunggu lama di terminal. Langkah ini diambil setelah evaluasi terhadap arus kedatangan yang terus bertambah setiap harinya.
Selain itu, pengaturan gerbang khusus diterapkan untuk memisahkan arus jemaah. Proses naik dan turun bus pun berjalan lebih tertib. Petugas di lapangan tampak sigap mengarahkan jemaah ke jalur yang telah ditentukan, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Pernyataan Kepala Pos Terminal
Kepala Pos Terminal Syib Amir, Iswan Brandes, menekankan pentingnya antisipasi pergerakan jemaah jelang puncak ibadah haji. “Kami terus memantau situasi dan memastikan setiap armada siap beroperasi kapan pun dibutuhkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak keamanan dan layanan kesehatan juga diperkuat.
Antisipasi Lonjakan Jemaah
Langkah antisipasi ini dilakukan seiring dengan terus bertambahnya jumlah jemaah haji Indonesia yang tiba di Makkah. Setiap hari, ribuan jemaah baru tiba dan langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan ibadah. Tanpa sistem yang tertata, risiko kepadatan di pintu masuk dan area sekitar terminal bisa meningkat drastis.
Dengan sistem transportasi yang tertata dan pengaturan arus yang lebih baik, diharapkan pergerakan jemaah menuju dan dari Masjidil Haram dapat berlangsung aman dan nyaman. Petugas di lapangan terus berjaga, memastikan setiap detail operasional berjalan sesuai rencana.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Kemen PPPA Serap Aspirasi PRT untuk Susun Aturan Turunan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nadiem Makarim Hadiri Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook, Kembali Ajukan Pengalihan Penahanan Demi Operasi
Pemerintah Tegaskan BLT Kesra Tak Dilanjutkan pada 2026, Masyarakat Diarahkan ke Bansos Lain
Sidang Penyiraman Air keras Aktivis KontraS, Lima Personel BAIS TNI Bersaksi