Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda Tewaskan Tiga Penumpang, Terkatung-katung di Tanjung Verde

- Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50 WIB
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Belanda Tewaskan Tiga Penumpang, Terkatung-katung di Tanjung Verde
PARADAPOS.COM - Sebuah kapal pesiar ekspedisi berbendera Belanda, MV Hondius, kini terkatung-katung di perairan lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat, setelah wabah hantavirus langka menewaskan tiga penumpang dan membuat empat lainnya sakit. Otoritas setempat melarang kapal yang membawa 149 penumpang itu merapat, memicu respons medis darurat dari pemerintah setempat dan pengawasan ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Seluruh penumpang kini menjalani protokol isolasi ketat di atas kapal, termasuk menjaga jarak fisik, sementara tim spesialis dikerahkan untuk menilai kondisi medis mereka.

Suasana Mencekam di Atas Kapal

Suasana mencekam menyelimuti MV Hondius yang kini tertahan di Samudra Atlantik, dekat ibu kota Praia. Hantavirus, yang biasanya menular melalui hewan pengerat, menjadi sumber kepanikan massal di lingkungan tertutup kapal mewah ini. Para penumpang diwajibkan mengikuti prot ketat dari WHO, termasuk kewajiban menjaga jarak fisik guna menekan laju penularan.

Respons Medis Darurat dan Tim Spesialis

Pemerintah Tanjung Verde bergerak cepat dengan mengirimkan tim medis spesialis ke atas kapal. Tim yang terdiri dari dokter bedah, perawat, dan ahli laboratorium itu bekerja dengan perlindungan maksimal—mengenakan pakaian hazmat, sepatu bot, dan masker—untuk melakukan penilaian medis awal terhadap para penumpang yang sakit. Langkah ini diambil sebelum otoritas memberikan izin evakuasi lebih lanjut. Mengingat risiko penularan yang tinggi, kapal tetap berada dalam pengawasan ketat militer dan otoritas pelabuhan setempat. Tujuannya jelas: mencegah virus menyebar ke daratan.

Dugaan Penularan Antarmanusia

WHO memberikan perhatian khusus pada kasus ini karena adanya indikasi penularan antarmanusia. Organisasi tersebut menjelaskan bahwa penularan diduga terjadi pada lingkungan kontak yang sangat dekat. “Kami meyakini bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat, seperti suami dan istri, orang-orang yang berbagi kabin, dan sebagainya,” ungkap perwakilan WHO, Maria Van Kerkhove. Berdasarkan analisis masa inkubasi virus yang berkisar antara satu hingga enam minggu, WHO berasumsi bahwa pasien pertama dan istrinya telah terinfeksi sebelum mereka menaiki kapal. “Pasien awal, kasus pertama dan istrinya, mereka bergabung dengan kapal di Argentina. Dengan mempertimbangkan masa inkubasi hantavirus, asumsi kami adalah mereka terinfeksi di luar kapal,” tambah Maria. Situasi ini masih terus dipantau oleh otoritas kesehatan global, sementara para penumpang dan awak kapal menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah Tanjung Verde dan WHO.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar