PARADAPOS.COM - Momen Lebaran, ketika anak-anak menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dari orang tua, sering kali menjadi kesempatan emas untuk mengenalkan konsep pengelolaan keuangan sejak dini. Agar uang tersebut tidak cepat habis untuk hal-hal konsumtif, diperlukan pendekatan edukatif yang disesuaikan dengan usia dan pemahaman anak. Seorang pakar ekonomi syariah membagikan sejumlah tips praktis bagi orang tua untuk mengajarkan anak mengelola THR dengan lebih bijak dan produktif.
Membedakan Kebutuhan dan Keinginan Sejak Dini
Langkah pertama dan paling mendasar adalah mengenalkan anak pada perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Pemahaman ini menjadi fondasi agar anak dapat mengalokasikan THR-nya untuk hal-hal yang lebih prioritas. Menurut Fatkur Huda, Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Surabaya, pelajaran sederhana ini sudah bisa mulai diajarkan kepada anak yang memasuki usia 4-6 tahun.
“Cara ini sudah dapat diajarkan kepada anak kita yang memasuki usia 4-6 tahun,” ujarnya, Minggu (22 Maret 2026).
Pada usia ini, anak sudah bisa diajak berdiskusi ringan tentang barang-barang yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan sehari-hari, seperti keperluan sekolah, dibandingkan dengan sekadar keinginan sesaat.
Mengarahkan pada Keuangan yang Produktif
Tanpa arahan, THR berpotensi membuat anak bersikap konsumtif karena menganggapnya sebagai bonus. Untuk anak usia sekolah dasar, orang tua dapat mulai mengarahkan mereka pada konsep keuangan yang produktif. Tujuannya jelas: agar uang yang diterima tidak ludes dalam waktu singkat.
“Hal ini dimaksudkan agar THR yang diterima tidak habis dalam waktu sekejap,” jelas Fatkur.
Beberapa kegiatan yang bisa diperkenalkan antara lain menabung, investasi jangka pendek yang aman, atau bahkan belajar berwirausaha kecil-kecilan. Peran pendampingan orang tua sangat krusial dalam membantu anak menetapkan tujuan dan nantinya melakukan evaluasi.
Pendekatan yang Lebih Dewasa untuk Remaja
Memasuki usia sekolah menengah pertama, anak sudah mulai memiliki preferensi dan pilihan sendiri dalam berbelanja. Pendekatannya pun perlu lebih dewasa. Orang tua bisa mengingatkan kembali tentang skala prioritas, lalu memberikan kepercayaan dan kebebasan yang lebih besar untuk mengelola uangnya sendiri.
Di tahap ini, pengetahuan tentang fungsi uang perlu diperluas. Uang bukan hanya alat tukar, tetapi juga bisa menjadi instrumen investasi untuk masa depan. Orang tua dapat memperkenalkan opsi-opsi yang lebih matang.
“Seperti investasi dana pendidikan dengan membuka rekening atas nama sendiri dan atau menginvestasikan dalam bentuk emas,” ungkapnya.
Memupuk Kemandirian Mencari Uang
Untuk anak di bangku sekolah menengah atas, meski kebutuhan dasarnya masih menjadi tanggung jawab orang tua, penting untuk mulai menanamkan pemahaman tentang kemandirian secara finansial. Tujuannya bukan untuk membebani, melainkan agar mereka menyadari bahwa mencari uang adalah proses yang tidak mudah.
Dengan kesadaran itu, diharapkan anak akan lebih menghargai setiap rupiah yang didapat, termasuk THR Lebaran.
“Sehingga dia bisa lebih berhemat dan berhati-hati dalam mengelola THR Lebaran yang didapatkan,” tutup Fatkur.
Dengan menerapkan langkah-langkah bertahap sesuai usia ini, momen Lebaran bisa bertransformasi dari sekadar hari raya menjadi kelas praktik kehidupan yang berharga bagi anak dalam mengelola keuangan.
Artikel Terkait
Pemkab Sukoharjo Beri Pembinaan ke Kades Usai Penolakan Izin Salat Id
Lille Balikkan Keadaan, Kalahkan Marseille 2-1 di Menit Akhir
Dua Prajurit Marinir Tewas dalam Kontak Senjata dengan KKB di Maybrat
Dewas KPK Didesak Periksa Pimpinan Soal Tahanan Rumah Gus Yaqut