PARADAPOS.COM - Astra Tol Cipali mulai melakukan sterilisasi atau pembersihan jalur pada Senin (23/3/2026) siang, sebagai langkah persiapan penerapan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) menuju Jakarta. Operasi ini merupakan respons atas lonjakan volume kendaraan yang signifikan pada arus balik pascalebaran.
Persiapan Menjelang Pemberlakuan One Way
Proses sterilisasi jalur dimulai tepat pukul 14.00 WIB. Tujuannya adalah untuk mengosongkan dan memastikan kelancaran ruas tol yang akan dialihkan menjadi satu arah, membentang dari KM 263 Tol Pejagan-Pemalang hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Langkah antisipatif ini penting untuk menciptakan kondisi jalan yang aman sebelum rekayasa lalu lintas resmi diberlakukan.
Dalam keterangan tertulisnya, Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menegaskan bahwa waktu pasti pemberlakuan sistem satu arah akan mengikuti keputusan pihak berwenang. "Jam pemberlakuan one way sesuai dengan diskresi pihak kepolisian," jelasnya.
Lonjakan Arus Menuju Ibu Kota
Keputusan untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas ini bukannya tanpa alasan. Pantauan hingga siang hari di H 2 Lebaran menunjukkan peningkatan tajam arus kendaraan menuju Jakarta. Catatan mencatat, sekitar 23.000 kendaraan melintas menuju arah Cikopo, sebuah angka yang melonjak 139 persen dibandingkan hari sebelumnya. Meski ramai, kondisi lalu lintas secara umum masih tergolong lancar.
Sebaliknya, arus menuju ke arah Cirebon justru mengalami penurunan. Hanya sekitar 21.000 kendaraan yang tercatat, turun sekitar sepertiga dari periode sebelumnya. Perbedaan volume yang mencolok inilah yang mendorong perlunya pengaturan khusus untuk mengantisipasi kemacetan panjang.
Imbauan Penting bagi Pengendara
Menyongsong penerapan sistem ini, manajemen tol mengeluarkan sejumlah imbauan krusial bagi para pemudik. Pengendara diharapkan untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan selama masa transisi sterilisasi dan pemberlakuan one way. Mereka juga ditekankan untuk tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam situasi darurat yang benar-benar mendesak.
Khusus terkait kebutuhan istirahat, pengelola memberikan kelonggaran. Jika rest area terpenuhi, pengemudi dapat memanfaatkan gerbang tol terdekat untuk keluar mencari tempat beristirahat tanpa dikenakan biaya tambahan. "Tanpa khawatir tarif tol berubah karena sistem tarif tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh," ungkap pernyataan resmi perusahaan.
Di luar urusan teknis di jalan, kesiapan pengemudi sendiri menjadi perhatian utama. Pihak tol mengingatkan agar setiap pengendara memastikan kondisi kendaraan dan fisiknya dalam keadaan prima sebelum melanjutkan perjalanan. Kelelahan di tengah kemacetan arus balik merupakan faktor risiko tinggi, sehingga beristirahat tepat waktu adalah langkah bijak untuk menjaga keselamatan semua pihak.
Artikel Terkait
Satgas PRR Sumatra Targetkan Pembangunan 36 Ribu Hunian Tetap Pascabencana
Marc Klok Tegaskan Sembilan Laga Tersisa Persib Adalah Final
Presiden Prabowo Perketat Standar Layanan Gizi Gratis, Tutup Sementara SPPG Tak Layak
Pemerintah Proyeksikan Mudik Idulfitri 2026 Dongkrak Ekonomi Nasional