Polisi Cengkareng Intensifkan Patroli Cegah Pencurian Saat Rumah Kosong Mudik

- Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB
Polisi Cengkareng Intensifkan Patroli Cegah Pencurian Saat Rumah Kosong Mudik

PARADAPOS.COM - Kepolisian Sektor Cengkareng, Jakarta Barat, mengintensifkan patroli dan pengawasan di permukiman yang sepi selama arus mudik Lebaran. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi peningkatan tindak kejahatan, khususnya pencurian di rumah-rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya berlibur.

Patroli Rutin dan Pemeriksaan Kondisi Rumah

Dalam operasi pengamanan ini, personel kepolisian secara aktif menyusuri lorong-lorong permukiman. Fokus mereka adalah memastikan keamanan fisik rumah warga, seperti kondisi pintu dan jendela, serta mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi. Patroli tidak hanya bersifat inspeksi visual, tetapi juga melibatkan interaksi dengan warga yang memilih bertahan di kota.

Kapolsek Cengkareng Kompol Andika Muslim menjelaskan, "Dengan menyusuri lingkungan permukiman, petugas memastikan kondisi rumah warga yang ditinggal mudik dalam keadaan aman."

Imbauan untuk Warga dan Sinergi dengan Masyarakat

Selain tindakan proaktif dari aparat, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif. Petugas yang bertugas memberikan imbauan langsung kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan lingkungan dan menjalin komunikasi yang erat antar tetangga. Konsep "siskamling" hidup diharapkan tetap berjalan meski banyak rumah yang kosong.

Andika menekankan pentingnya kolaborasi ini. "Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif, terlebih di momen Hari Raya Idulfitri," tuturnya.

Pelibatan Unsur Pimpinan Lokal

Untuk memperluas jangkauan dan efektivitas, pengawasan ini dilaksanakan secara kolaboratif. Polisi menggandeng unsur pimpinan masyarakat setempat. Seperti terlihat dalam salah satu kegiatan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cengkareng Timur Bripka Muhaeri berkoordinasi dengan Ketua RW dan RT setempat di kawasan Jalan Fajar Baru Selatan.

Melalui pendekatan yang melibatkan tokoh masyarakat ini, rasa aman diharapkan dapat terbangun lebih kuat. Andika mengungkapkan, "Lewat kegiatan ini, diharapkan masyarakat yang sedang mudik dapat merasa lebih tenang karena rumah yang ditinggalkan tetap dalam pengawasan."

Upaya preemtif semacam ini merupakan langkah rutin tahunan yang disesuaikan dengan dinamika kependudukan selama masa libur panjang. Tujuannya tunggal: menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sehingga suasana hari raya dapat dinikmati dengan tenang oleh seluruh masyarakat, baik yang merantau maupun yang tinggal di rumah.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar