PARADAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil alih cadangan uranium yang diperkaya milik Iran jika kedua negara berhasil mencapai kesepakatan. Pernyataan ini disampaikan di Hamilton, Kanada, pada Senin, di tengah ketegangan yang telah berlangsung bertahun-tahun mengenai program nuklir Iran. Trump mengklaim pembicaraan sedang berlangsung, meski klaimnya soal dialog pada Minggu malam dibantah oleh Teheran.
Klaim "Sangat Mudah" dan Rencana Pertemuan
Menanggapi pertanyaan wartawan mengenai bagaimana AS berencana mengamankan uranium yang diperkaya tersebut, Trump menjawab dengan singkat. "Sangat mudah," ujarnya. Ia kemudian melanjutkan dengan nada tegas, "Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri."
Sebelum berangkat untuk perjalanan ke AS bagian selatan, Trump juga memberikan gambaran tentang dinamika diplomasi yang sedang berjalan. Ia mengungkapkan bahwa pertemuan lanjutan antara kedua pihak kemungkinan akan dilakukan melalui telepon pada hari yang sama. "Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan," tuturnya.
Kendala Pertemuan Langsung dan Ultimatum Militer
Presiden AS itu juga menyentuh soal kemungkinan pertemuan tatap muka, meski menyebut ada kendala logistik bagi pejabat Iran. "Sangat sulit bagi pejabat Iran untuk keluar dari negara itu," klaim Trump. Namun, ia optimistis bahwa pertemuan langsung akan tetap terlaksana. "Pada suatu saat, sangat, sangat bertemu segera," lanjutnya.
Pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan tidak lama setelah Trump mengumumkan jeda lima hari dalam serangan terhadap fasilitas energi Iran. Dalam pengumuman itu, ia memberikan ultimatum yang jelas mengenai jalannya negosiasi. "Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hari kita," jelasnya.
Langkah dan pernyataan Trump ini kembali menyoroti volatilitas hubungan AS-Iran, di mana klaim diplomatik dari satu pihak sering kali langsung dibantah oleh pihak lain, sementara ancaman militer tetap menggantung sebagai alat tekanan.
Artikel Terkait
Ratusan Warga Lahat Protes Dugaan Pelecehan Seksual oleh Pimpinan Ponpes, Korban Trauma dan Terintimidasi
Investasi Rp429 Miliar dari Korea Selatan Masuk KEK Batang, Serap 6.000 Tenaga Kerja
Presiden Prabowo Hibahkan Sapi Kurban Limosin 838 Kg untuk Warga Bangka Tengah
KAI dan detikcom Gelar Pelatihan Komunikasi untuk Perkuat Kapasitas Humas di Era Digital