PARADAPOS.COM - Pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan keamanan bagi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, meskipun ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat. Pernyataan resmi ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (24/3/2026). Jaminan ini menjadi angin segar bagi jutaan calon jamaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang tengah mempersiapkan perjalanan spiritual ke Tanah Suci.
Jaminan Keamanan Langsung dari Diplomat Saudi
Menanggapi kekhawatiran yang muncul seiring meningkatnya eskalasi konflik regional, Dubes Faisal dengan tegas menyatakan situasi di negaranya tetap terkendali. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Kerajaan untuk melindungi setiap jamaah yang akan melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.
"Kami ingin menyampaikan bahwa Kerajaan Arab Saudi alhamdulillah sampai saat ini memang negaranya aman," tutur Dubes Faisal di kediaman dinasnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Rencana Haji Berjalan Sesuai Jadwal
Lebih lanjut, diplomat senior itu menekankan bahwa seluruh persiapan dan rangkaian ritual haji akan berlangsung sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan jauh sebelumnya oleh otoritas setempat. Penegasan ini dimaksudkan untuk menghilangkan keraguan dan memberikan kepastian kepada semua pihak terkait.
"Berkaitan dengan peristiwa ataupun berkaitan dengan haji ini sejalan ataupun sesuai dengan planning yang telah digariskan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi bahwa semuanya akan berjalan dengan lancar," jelasnya.
Kecaman atas Serangan Iran
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Dubes Faisal juga menyampaikan sikap resmi pemerintahnya yang mengecam serangan yang dilancarkan Iran. Kecaman ini mencerminkan keprihatinan Riyadh atas dinamika keamanan regional yang berpotensi mengganggu stabilitas.
"Saya ingin menegaskan kembali posisi ataupun sikap dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang menolak dan mengecam tindakan yang dilakukan oleh Iran dengan melakukan penyerangan terhadap Kerajaan Arab Saudi dan juga kepada negara-negara teluk lainnya, serta negara-negara Arab dan Islam di sana," ungkap Dubes Faisal.
Dengan pernyataan yang disampaikan secara langsung ini, Kerajaan Arab Saudi berupaya menepis segala spekulasi dan mengedepankan fakta di lapangan mengenai kesiapan dan kemampuan mereka dalam mengamankan pelaksanaan haji, sebuah event keagamaan berskala global yang membutuhkan koordinasi keamanan tingkat tinggi.
Artikel Terkait
Marcos Jr. Umumkan Kamboja dan Thailand Capai Kesepakatan Awal Redakan Ketegangan Perbatasan di KTT ASEAN ke-48
Bom Rakitan Meledak di Halaman Sekolah Brasil, 10 Remaja Terluka
Tiga Pendaki Hilang Pascaerupsi Gunung Dukono, Satu di Antaranya WNI
Marcos Peringatkan Dampak Konflik Global Akan Terasa Bertahun-tahun Meski Ketegangan Mereda