PARADAPOS.COM - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan tengah berlangsung intensif untuk menemukan dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Dako, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Kedua pemuda tersebut, Moh Agil (21) dan Moh Rifal (18), dinyatakan hilang setelah tidak kembali ke pos pendakian pada Senin, 23 Maret, sekitar pukul 13.00 WITA. Tim SAR yang melibatkan berbagai unsur kini berupaya menjangkau area dengan koordinat 1° 5'8.15"N - 120°57'11.96"E, di tengah medan gunung yang menantang.
Kronologi Hilangnya Dua Pendaki
Kejadian bermula ketika empat orang pendaki memulai pendakian di Gunung Dako, tepatnya di Desa Lakatan, Kecamatan Galang, pada hari Senin pagi. Sekitar pukul 11.00 WITA, dua dari mereka memutuskan beristirahat di pos 3 karena kelelahan, sementara dua lainnya, Agil dan Rifal, terus melanjutkan perjalanan menuju puncak. Situasi berubah menjadi mencemaskan ketika kedua pendaki yang dari puncak kembali ke pos 3 sekitar dua jam kemudian. Mereka mendapati lokasi istirahat tersebut sudah kosong; kedua rekannya telah lenyap tanpa jejak.
Pencarian awal yang dilakukan rekan satu tim di sekitar pos 3 tidak membuahkan hasil. Merasa khawatir, mereka pun segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwenang, yang kemudian memicu mobilisasi tim penyelamat.
Mobilisasi Tim SAR di Medan Berat
Merespons laporan tersebut, Basarnas Palu segera mengerahkan sumber dayanya. Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palu, Muh Rizal, memimpin koordinasi operasi dari lapangan.
“Kami mengerahkan personel Unit Siaga SAR USS Tolitoli bersama potensi SAR lainnya melakukan pencarian terhadap kedua korban,” ungkap Rizal, menjelaskan skala respons yang diberikan.
Ia menambahkan bahwa operasi ini melibatkan pembagian tugas yang jelas antar grup untuk memaksimalkan efisiensi pencarian di medan yang kompleks. “Tim SAR telah membagi tugas masing-masing grup untuk memudahkan pencarian. Kami berupaya semaksimal mungkin mencari keberadaan korban,” tegasnya.
Prioritas Keselamatan dan Imbauan untuk Keluarga
Di tengah upaya maksimal tersebut, Rizal juga menyampaikan imbauan khusus kepada keluarga korban. Ia meminta agar keluarga dapat menjaga ketenangan, mengingat tekanan psikologis dapat memengaruhi dinamika operasi.
“Mengingat operasi SAR kali ini berada di medan, maka rambu-rambu keselamatan personel tetap menjadi prioritas, dan kami berharap kedua korban secepatnya bisa ditemukan,” lanjutnya, menekankan prinsip kehati-hatian yang ketat dalam setiap langkah tim di lereng gunung.
Operasi penyelamatan ini didukung oleh gabungan personel dari USS Tolitoli, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa setempat, serta relawan masyarakat. Mereka membawa serta peralatan navigasi, peralatan khusus SAR gunung, alat komunikasi, perlengkapan medis, dan perangkat evakuasi untuk menghadapi berbagai skenario di lapangan.
Artikel Terkait
Korlantas Aktifkan Sistem One Way Nasional di Trans Jawa Antisipasi Arus Balik Lebaran
Herdman Perkenalkan Metode Instruksi Visual TV di Latihan Perdana Timnas Indonesia
Arab Saudi Serukan Dunia Bersatu Jaga Stabilitas Selat Hormuz Usai Eskalasi Iran
Jepang Lepas Cadangan Minyak Strategis untuk Antisipasi Gejolak Timur Tengah