PARADAPOS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk wilayah Sulawesi Tenggara pada Kamis, 26 Maret 2026. Peringatan ini menyoroti potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang, diperkirakan berlangsung antara pukul 12.10 hingga 14.10 waktu setempat. Imbauan kewaspadaan dikeluarkan menyusul analisis data terkini yang menunjukkan kondisi atmosfer mendukung terjadinya cuaca buruk di sejumlah kabupaten.
Wilayah yang Diperkirakan Terdampak Awal
Berdasarkan pantauan dan analisis data cuaca, wilayah-wilayah yang diperkirakan pertama kali merasakan dampak cuaca ekstrem ini meliputi beberapa kecamatan di sejumlah kabupaten. Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kendari, Faizal Habibie, memaparkan titik-titik awal tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada karena potensi hujan sedang hingga lebat ini dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa titik wilayah Sulawesi Tenggara," tuturnya saat dikonfirmasi di Kendari, Kamis (26/3/2026).
Wilayah yang dimaksud meliputi Kecamatan Konda dan Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan, Mata Usu di Bombana, Asera di Konawe Utara, serta Ladongi dan Poli-Polia di Kolaka Timur.
Potensi Perluasan dan Dampak yang Diantisipasi
Kondisi cuaca buruk ini tidak statis dan berpotensi meluas ke wilayah sekitarnya. Faizal Habibie menjelaskan bahwa pola pergerakan awan hujan menunjukkan perluasan area dampak. Masyarakat di wilayah yang lebih luas diminta untuk bersiap.
"Kondisi ini diperkirakan meluas ke wilayah Kabupaten Kolaka (Pomalaa, Latambaga, Tanggetada), sebagian besar wilayah Konawe Selatan, Konawe Utara, hingga Kolaka Timur. Selain itu, potensi cuaca buruk juga dapat menjangkau wilayah Kota Kendari, khususnya di Kecamatan Baruga dan Nambo," jelasnya.
Dengan potensi hujan deras dan angin kencang tersebut, masyarakat diimbau mewaspadai berbagai risiko turunan. Ancaman seperti banjir genangan, pohon atau dahan tumbang, serta jarak pandang yang terbatas bagi pengendara di jalan raya perlu menjadi perhatian serius.
Komitmen Pemutakhiran Informasi dan Imbauan BMKG
Menyadari dinamika cuaca yang dapat berubah cepat, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan memperbarui informasi. Publik diharapkan aktif mencari informasi dari sumber resmi untuk mendapatkan gambaran kondisi terkini yang akurat.
Faizal Habibie menambahkan, pihaknya akan terus memperbarui informasi cuaca secara berkala dan meminta warga untuk tetap memantau kanal komunikasi resmi guna mendapatkan perkembangan kondisi cuaca terkini di wilayah masing-masing.
Imbauan khusus diberikan bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi. "Khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca terbaru melalui laman yang telah terverifikasi atau lewat kanal cuaca.bmkg.go.id," pungkas Faizal Habibie menekankan pentingnya kewaspadaan dan sumber informasi yang terpercaya.
Artikel Terkait
Dua Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Atap Masjid Brebes
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH Satu Hari Pekan Mulai April 2026 untuk Efisiensi Energi
Panduan Lengkap Niat dan Waktu Pelaksanaan Puasa Sunnah Syawal
Pasar Kripto 2026: Kematangan Digital Hadapi Ujian Geopolitik