PARADAPOS.COM - Cooper Flagg, rookie Dallas Mavericks yang baru berusia 19 tahun, menorehkan sejarah dengan mencetak 51 poin dalam sebuah pertandingan NBA. Meski demikian, aksi heroiknya itu tidak cukup untuk membawa timnya meraih kemenangan. Mavericks akhirnya takluk 127-138 dari Orlando Magic di kandang sendiri, American Airlines Center, pada Sabtu waktu setempat, dalam sebuah laga yang juga diwarnai ketegangan dan insiden teknis.
Sejarah Baru untuk Pemain Termuda
Berdasarkan catatan resmi liga, Flagg bukan sekadar mencetak poin tinggi. Ia menjadi remaja pertama yang mencapai 51 poin dalam satu pertandingan NBA sekaligus pemain termuda yang pernah menembus angka 50 poin. Yang lebih mencengangkan, 24 poin di antaranya ia kumpulkan hanya di kuarter keempat, dalam upaya gigih untuk membangkitkan Mavericks dari ketertinggalan. Performa luar biasa ini ia ukir dengan efisiensi tinggi: 19 dari 30 tembakan lapangan berhasil, termasuk 6 dari 9 percobaan dari luar garis tiga angka, dan sempurna dalam tujuh lemparan bebas.
Kemenangan Solid Orlando di Tengah Sorotan
Sementara Flagg menjadi pusat perhatian, Orlando Magic bermain dengan disiplin dan kontribusi merata untuk mengamankan kemenangan di kandang lawan. Wendell Carter Jr. memimpin dengan 28 poin, didukung kuat oleh Desmond Bane yang menambah 27 poin. Jalen Suggs dan Tristan da Silva masing-masing menyumbang 19 poin, sementara Franz Wagner turut andil dengan 18 poin. Kemenangan ini penting bagi perjalanan Magic di Wilayah Timur.
“Kemenangan ini menjaga peluang Orlando untuk naik ke posisi enam besar Klasemen NBA Wilayah Timur, meski saat ini masih berada di zona play-in dan tertinggal setengah gim dari Charlotte Hornets,” jelas laporan dari lapangan mengenai implikasi pertandingan ini bagi peta persaingan.
Insiden Teknis dan Rekor Buruk yang Terus Berlanjut
Suasana pertandingan memanas di awal kuarter keempat. Protes keras terhadap keputusan wasit berujung pada pengusiran pelatih Mavericks, Jason Kidd, dan pemain Naji Marshall dari lapangan. Cooper Flagg sendiri tak luput, menerima pelanggaran teknis dalam insiden yang sama. Asisten pelatih Frank Vogel yang mengambil alih sempat menarik Flagg keluar saat mendekati 50 poin, namun kemudian mengembalikannya. Keputusan itu berbuah manis saat Flagg berhasil mencapai rekor lewat tembakan tiga angka dan lemparan bebas.
Sayangnya, sejarah individu Flagg tidak menghentikan tren buruk timnya. Kekalahan ini merupakan yang ke-14 secara beruntun bagi Mavericks di kandang sendiri, sebuah catatan negatif yang memperpanjang salah satu masa terkelam klub di American Airlines Center.
Dampak dan Jadwal Berikutnya
Di sisi Mavericks, Brandon Williams memberikan kontribusi 23 poin. Namun, mereka masih harus kehilangan P.J. Washington Jr. untuk pertandingan ketiga berturut-turut karena sakit. Pasca pertandingan, kedua tim akan segera bersiap lagi. Orlando Magic dijadwalkan melanjutkan perjalanan dengan bertandang ke markas New Orleans Pelicans pada Senin (6/4). Sementara itu, Mavericks berkesempatan memutus rantai kekalahan kandang mereka ketika menjamu Los Angeles Lakers di hari yang sama.
Artikel Terkait
Indonesia Desak DK PBB Usut Serangan Berulang ke Pasukan Perdamaiannya di Lebanon Selatan
Iran Lancarkan Serangan Rudal Skala Besar, Sejumlah Kota Israel Alami Kerusakan Fisik
Menag Umar Ucapkan Selamat Paskah 2026 dan Ajak Umat Doakan Kedamaian Bangsa
SeaBank Indonesia Catat Laba Bersih Melonjak 79% di 2025, Transaksi Harian Tembus Rp5 Triliun