PARADAPOS.COM - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyampaikan penghormatan dan duka mendalam atas gugurnya Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar. Perwira yang gugur dalam penugasan ini dikenang sebagai sosok teladan di satuan elit tersebut. Pernyataan resmi disampaikan oleh Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus, Letkol Inf. Heri Ismoyo, di Cimahi, Jawa Barat, pada hari Sabtu, yang mengungkapkan kebanggaan dan rasa hormat mendalam atas kepemimpinan almarhum.
Kepemimpinan yang Dihormati Rekan dan Bawahan
Dalam keterangannya, Letkol Heri Ismoyo menekankan kualitas kepemimpinan Mayor Zulmi yang menginspirasi. Meski lebih junior, sikap dan kompetensi almarhum menempatkannya sebagai figur yang dihormati oleh seluruh lapisan prajurit, dari rekan sejawat hingga anak buah.
“Saya sangat bangga pernah bertugas bersama beliau. Walaupun beliau junior saya, tetapi saya sangat hormat karena beliau menunjukkan sosok seorang perwira sesungguhnya,” tuturnya.
Ia menggambarkan almarhum sebagai pribadi yang konsisten memberikan teladan, sebuah karakter yang langka dan sangat berharga dalam budaya kesatuan khusus seperti Kopassus.
Ketangguhan Terbukti di Medan Penugasan Papua
Kenangan mendalam lainnya berasal dari pengalaman bertugas bersama di wilayah Papua. Dalam konteks operasi yang sarat dengan tantangan kompleks, ketangguhan dan kemampuan mengambil keputusan Mayor Zulmi di lapangan sangat menonjol.
“Di Papua selama saya bersama almarhum, beliau adalah sosok yang tahan dengan segala macam permasalahan dan mampu memimpin sebagai komandan tim di lapangan,” jelasnya.
Pengalaman di medan yang berat itu semakin mengukuhkan reputasi almarhum sebagai perwira lapangan yang andal dan berintegritas tinggi.
Warisan Keteladanan untuk Generasi Penerus
Letkol Heri menegaskan bahwa semangat pengabdian Mayor Zulmi tidak akan terlupakan. Nilai-nilai keteladanan yang ditunjukkan almarhum akan terus menjadi inspirasi dan pedoman bagi prajurit Kopassus dalam menjalankan setiap tugas negara.
Lebih dari sekadar kenangan, warisan tersebut diharapkan mampu memotivasi lahirnya perwira-perwira baru yang memiliki dedikasi dan integritas setara. Hal ini dianggap krusial untuk terus memperkuat profesionalisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara keseluruhan, khususnya dalam menjaga kehormatan satuan di setiap penugasan.
Artikel Terkait
Pria di Jepara Bakar Mantan Istri dan Mertua, Satu Tewas
Pemerintah Perkuat Koperasi Desa dan Atur WFH ASN, BEI Kencangkan Aturan Free Float
Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran Soal Kesepakatan Nuklir dan Selat Hormuz
Presiden Prabowo Kecam Kekejian di Lebanon yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI