PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas praktik penyembunyian harta ilegal yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat dan pihak tertentu. Pernyataan tegas ini disampaikan saat ia memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah akan memanfaatkan teknologi radar dan satelit canggih untuk melacak aset-aset yang sengaja disembunyikan, serta memperingatkan adanya pihak-pihak yang diduga menjadi "beking" dalam praktik tersebut.
Suasana di ruang rapat tampak hening saat Prabowo mulai menjelaskan strategi pengawasan yang akan diterapkan. Ia menyebut perkembangan teknologi pertahanan, seperti radar, kini mampu melacak objek yang tersembunyi di bawah tanah, termasuk gudang senjata maupun ranjau. Teknologi serupa, menurutnya, akan dialihfungsikan untuk memburu aset-aset ilegal yang selama ini luput dari pengawasan.
Radar dan Satelit Jadi Senjata Baru
Prabowo secara spesifik menyoroti kemampuan radar modern yang tidak hanya berguna di medan perang, tetapi juga dalam penegakan hukum ekonomi. Ia menekankan bahwa alat ini bisa mendeteksi bunker atau ruang penyimpanan bawah tanah yang kerap digunakan untuk menyembunyikan kekayaan.
“Radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari... kita akan pakai untuk mencari bunker-bunker di sekitar kau,” tegas Prabowo di hadapan para anggota dewan.
Pernyataan itu sontak menimbulkan reaksi dari peserta rapat. Beberapa anggota DPR terlihat saling berbisik, sementara lainnya mencatat poin-poin penting yang disampaikan. Presiden juga mengingatkan bahwa pengawasan berbasis satelit kini mampu memotret kondisi lahan secara detail tanpa perlu turun ke lapangan.
Peringatan Keras bagi Pemilik Lahan Luas
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang selama ini merasa aman menyembunyikan kekayaan melalui kepemilikan lahan atau aset dalam jumlah besar. Ia menegaskan bahwa teknologi satelit telah berkembang sedemikian rupa sehingga tidak ada lagi celah untuk bersembunyi.
“Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira gak akan ada pejabat yang bisa ngecek. Saudara-saudara sekarang ada satelit. Ngga usah kita cek fisik bisa kita foto. Tiap pohon bisa kita foto. Pohon per pohon kita bisa foto jadi kau mau menipu bagaimanapun kita akan ketemu penipuan kau saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo dengan nada tinggi.
Kalimat itu disambut dengan tepuk tangan dari sebagian hadirin. Suasana di ruang paripurna sempat memanas ketika Prabowo kemudian menyinggung adanya pihak-pihak yang diduga membekingi praktik penyembunyian kekayaan tersebut. Ia melontarkan sindiran tajam yang langsung mengarah pada institusi tertentu.
“Tapi biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya itu kalau ngga ijo ya cokelat. Betul?” kata Prabowo sambil menatap para peserta rapat.
Pertanyaan retoris itu dibiarkan menggantung di udara, tanpa dijawab secara langsung oleh siapa pun. Namun, pernyataan tersebut jelas menimbulkan spekulasi di kalangan pengamat dan politisi yang hadir. Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa pemerintah tidak akan segan-segan menyentuh institusi mana pun yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Artikel Terkait
Anies Sebut Ekonomi Indonesia Tidak Sehat, Desak Pemerintah Jujur dan Transparan ke Publik
Buni Yani Kritik Rencana Jokowi Keliling Indonesia, Minta Ijazah Asli Dibawa
Analis Peringatkan Pemerintah soal Ancaman Sistematis yang Bisa Ganggu Stabilitas Politik
Menkeu Purbaya Klarifikasi Pernyataan Prabowo soal Dolar di Desa: Bukan Meremehkan Rupiah