PARADAPOS.COM - Seorang pemuda berusia 27 tahun, Agus Suarsa Dharma, dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Purnama, Gianyar, Bali, Minggu (5/4/2026) pagi. Insiden ini terjadi ketika Agus berusaha menolong seorang warga lain yang tenggelam. Meski warga yang hendak ditolongnya berhasil diselamatkan, Agus justru hilang diterjang ombak besar. Hingga siang hari, operasi pencarian oleh tim gabungan masih terus dilakukan meski terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi.
Kronologi Aksi Penyelamatan yang Berakhir Tragis
Peristiwa ini berawal sekitar pukul 07.40 WITA. Saat itu, Agus yang berasal dari Desa Sukawati, Gianyar, melihat seorang warga bernama Kadek Raditya terseret arus ke tengah laut dan terlihat kesulitan. Dengan sigap dan penuh keberanian, Agus langsung menceburkan diri ke perairan yang berbahaya itu untuk memberikan pertolongan.
Upaya heroiknya nyaris berhasil. Namun, di tengah proses evakuasi, sebuah ombak besar yang datang tiba-tiba menggulung tubuh Agus dan menghanyutkannya. Sementara Agus hilang dari pandangan, Kadek Raditya justru berhasil dievakuasi oleh warga lain yang turut membantu. Korban yang selamat itu kemudian segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Operasi SAR Dihadang Cuaca Ekstrem
Mendapatkan laporan kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar bersama sejumlah pihak seperti Balawista, Kepolisian, dan TNI segera bergerak ke lokasi. Tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian di sekitar perairan Pantai Purnama.
Kabid Kedaruratan BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta, menjelaskan kronologi yang diterima timnya. "Kami menerima informasi pukul 07.40 WITA. Awalnya korban ingin menyelamatkan satu orang, namun justru yang menyelamatkan ini yang terhempas ombak. Satu korban selamat sudah dirujuk ke rumah sakit," jelasnya.
Namun, upaya pencarian yang intensif tersebut menghadapi kendala serius. Kondisi cuaca yang memburuk dengan hujan dan gelombang tinggi membuat situasi di lapangan semakin berisiko bagi keselamatan para petugas.
Menyikapi kondisi tersebut, Gusti Ngurah Dibya Presasta menyampaikan bahwa operasi sempat ditunda sementara. "Saat ini tim gabungan sudah di lokasi, namun kendala cuaca hujan dan gelombang yang semakin tinggi. Kita hentikan sementara, nanti lanjut lagi hingga pukul 18.00 WITA," tuturnya.
Harapan Keluarga di Tepi Pantai
Sementara tim SAR terus memantau kondisi dan menyisir garis pantai dengan penuh kewaspadaan, suasana haru menyelimuti lokasi kejadian. Keluarga dan kerabat Agus Suarsa Dharma terlihat memadati area sekitar pantai. Dengan tatapan penuh harap dan cemas, mereka menunggu kabar baik dari para petugas yang berjuang melawan alam.
Operasi pencarian direncanakan akan dilanjutkan hingga senja hari, dengan harapan Agus dapat ditemukan. Insiden ini kembali mengingatkan akan bahaya dan ketidakpastian arus laut, sekaligus mengetengahkan kisah kepahlawanan warga yang berani mengorbankan diri untuk menolong sesama.
Artikel Terkait
Kejagung Periksa Internal Kejari Karo Pasca Vonis Bebas Tersangka Korupsi Video Profil Desa
Polda Riau Ungkap Dua Kasus Penyalahgunaan Bio Solar Bersubsidi, 15.000 Liter Diamankan
Pemkot Jaksel Bangun Waduk 2,8 Hektare di Bintaro untuk Atasi Banjir
SBY Desak PBB Evaluasi Penugasan Pasukan Perdamaian di Zona Konflik Aktif