Brimob Gerebek Pesta Miras dan Tangkap Remaja Ngebut di Jakarta Timur

- Minggu, 05 April 2026 | 21:25 WIB
Brimob Gerebek Pesta Miras dan Tangkap Remaja Ngebut di Jakarta Timur

PARADAPOS.COM - Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggerebek sekelompok pemuda yang sedang berpesta minuman keras (miras) di kawasan Batu Ampar, Jakarta Timur, Minggu (5/4) dini hari. Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya intensif menjaga keamanan dan ketertiban di jam-jam rawan, sekaligus mencegah potensi gangguan yang kerap melibatkan remaja. Selain itu, patroli yang sama juga berhasil mencegat empat remaja lain karena berkendara dengan kecepatan tinggi tanpa helm.

Pemesta Miras Diberikan Pembinaan Lingkungan

Penggerebekan terhadap kelompok pemuda yang tengah mengonsumsi minuman keras itu dilakukan sebagai respons atas laporan warga. Kombes Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa para remaja tersebut telah dilaporkan kepada pengurus RT/RW setempat. Langkah ini diambil agar mereka mendapatkan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif dari lingkungan terdekatnya.

Henik mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka memiliki catatan perilaku negatif sebelumnya. "Jadi beberapa di antaranya diketahui juga pernah terlibat tawuran," jelasnya saat dikonfirmasi di Jakarta.

Patroli Berlanjut, Empat Remaja Ditindak karena Ngebut Tanpa Helm

Tak berapa lama setelah penggerebekan, aksi kepolisian berlanjut di sepanjang Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista). Petugas patroli berhasil mencegat empat remaja yang memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi, ironisnya tanpa menggunakan pelindung kepala. Saat dihentikan, mereka tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah.

Henik memaparkan tindak lanjut dari penangkapan tersebut. "Saat dihentikan, mereka tidak dapat menunjukkan surat kendaraan dan langsung diamankan petugas untuk pendataan lebih lanjut," tuturnya.

Penegakan Hukum dan Upaya Pencegahan Jangka Panjang

Akibat pelanggaran itu, dua remaja beserta dua unit sepeda motornya dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses penilangan. Henik menegaskan komitmen jajarannya untuk terus mengintensifkan patroli, khususnya pada malam hari dan dini hari, guna menekan angka kriminalitas dan pelanggaran yang masih kerap terjadi.

Lebih dari sekadar tindakan represif, patroli ini dimaknai sebagai langkah preventif. "Patroli ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga pencegahan. Fakta di lapangan menunjukkan aktivitas seperti ini masih terus berulang, sehingga kehadiran personel menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat," ujarnya menekankan.

Ajakan Kerja Sama dengan Masyarakat

Pihak kepolisian juga membuka ruang partisipasi aktif warga dalam menjaga keamanan. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan aktivitas mencurigakan atau potensi keributan melalui Call Center Polri di nomor 110. Sinergi antara aparat dan warga dinilai krusial untuk menciptakan efek jera dan memutus mata rantai pelanggaran.

"Peran aktif masyarakat penting untuk mencegah pelanggaran serupa terus terulang dan menjaga situasi Jakarta Timur tetap aman dan kondusif," pungkas Henik.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar