Prabowo Umumkan Indonesia Miliki Lahan 45 Hektare dan Rencana Terminal Khusus Haji di Mekkah

- Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB
Prabowo Umumkan Indonesia Miliki Lahan 45 Hektare dan Rencana Terminal Khusus Haji di Mekkah

PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memangkas masa tunggu haji Indonesia, yang telah berhasil ditekan dari 48 tahun menjadi 26 tahun. Dalam rapat kerja kabinet di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4), ia juga mengungkapkan kepemilikan lahan strategis seluas 45 hektare di Mekkah beserta rencana pembangunan terminal khusus untuk meningkatkan pelayanan jemaah.

Komitmen Percepatan Antrean Haji

Upaya percepatan masa tunggu ibadah haji menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa perjuangan untuk mempersingkat antrean yang sempat sangat panjang akan terus dilakukan. Ia menilai capaian saat ini sudah menunjukkan progres yang signifikan.

"Kita sekarang berjuang dan alhamdulillah antrean haji tidak lagi 48 tahun, mulai 2026 antrean haji paling lama 26, saya berjuang untuk lebih ringkas lagi," jelasnya dalam taklimat tersebut.

Kepemilikan Lahan Bersejarah di Tanah Suci

Selain membahas antrean, Presiden mengumumkan sebuah pencapaian diplomatik dan operasional yang penting. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memiliki aset berupa lahan di kota Mekkah. Kepemilikan ini dinilai strategis untuk mendukung kenyamanan jemaah haji Indonesia di masa depan.

"Untuk pertama kali dalam sejarah, Indonesia diberi kehormatan, kita sekarang sudah punya lahan di Mekkah. Lahannya adalah sekitar 45 Ha. Yang lama dan yang baru, total 45 Ha," ungkap Prabowo.

Rencana Pembangunan Kampung dan Terminal Khusus

Lahan seluas 45 hektare itu tidak akan dibiarkan kosong. Pemerintah telah menyiapkan rencana pemanfaatannya untuk membangun sebuah kompleks yang komprehensif, dilengkapi dengan sejumlah menara. Lebih dari itu, telah diajukan pula permohonan izin untuk memiliki terminal khusus guna memperlancar arus jemaah.

"Di 45 Ha itu kita bikin kampung haji, sekian belas menara. Saya sudah mengajukan dan di prinsip disetujui, saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk punya terminal khusus haji, jadi nanti terminal khusus itu untuk haji kita supaya bisa cepat masuk dan keluar," tuturnya.

Keberadaan terminal khusus haji ini diharapkan dapat menjadi solusi atas tantangan logistik dan mobilitas yang selama ini kerap dihadapi. Langkah ini dipandang sebagai terobosan konkret yang tidak hanya mempersingkat waktu tunggu, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan dari sisi fasilitas dan kenyamanan bagi seluruh jemaah Indonesia.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar