Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia

- Kamis, 16 April 2026 | 19:25 WIB
Brebes Bakal Jadi Lokasi Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Indonesia

PARADAPOS.COM - Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, diproyeksikan menjadi lokasi peternakan sapi perah terpadu (mega farm) terbesar di Indonesia. Proyek yang digarap PT Global Dairy Bersama (GDB) ini menargetkan kapasitas 30.000 ekor sapi dan diharapkan mampu menyumbang 18% dari produksi susu nasional, guna mengurangi ketergantungan impor yang saat ini masih mencapai 80%.

Dukungan Pemerintah dan Target Produksi

Rencana strategis ini dibahas dalam audiensi antara Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung dengan penyediaan bibit sapi unggul dari beberapa negara dan penguatan sistem kesehatan hewan untuk mencegah wabah penyakit.

Agung Suganda menekankan signifikansi proyek ini bagi peta produksi susu nasional. “Kalau ini terbangun, ini akan jadi yang terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa tambahan produksi dari mega farm ini akan sangat berarti. “Dengan tambahan produksi dari Brebes, ini akan sangat signifikan menekan ketergantungan impor,” tuturnya.

Bahkan, kehadiran mega farm berpotensi menggeser peringkat provinsi penghasil susu. “Kalau ini berjalan, Jawa Tengah bisa naik ke peringkat dua, bahkan menyamai Jawa Timur,” sambungnya.

Konsep Terpadu dan Berkelanjutan

Perwakilan PT GDB, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan bahwa proyek seluas 710 hektare ini dirancang sebagai ekosistem peternakan modern yang berkelanjutan, bukan sekadar usaha konvensional. Konsep yang diusung adalah close loop system, di mana limbah dimanfaatkan menjadi biogas dan pupuk, serta menerapkan daur ulang air.

“Ini bukan sekadar peternakan, tapi ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir,” terang Ihsan.

Dengan fasilitas pengolahan susu dan pabrik pakan mandiri, mega farm ini ditargetkan menghasilkan 180.000 ton susu per tahun. “Dengan skala ini, kontribusi terhadap produksi susu nasional bisa mencapai 18 persen. Bahkan untuk Jawa Tengah, produksinya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” katanya.

Dampak Sosial Ekonomi dan Dukungan Daerah

Dari sisi pemberdayaan, proyek ini dirancang melibatkan ribuan petani dan peternak lokal. Sekitar 5.000 petani akan dilibatkan untuk penyediaan pakan di lahan 2.000 hektare, sementara 8.000 peternak diajak dalam pengembangan sapi.

“Ini bukan hanya proyek industri, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” tegas Ihsan Mulia Putri.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa investasi semacam ini selaras dengan fokus RPJMD 2026 pada swasembada pangan.

“Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng 2026 fokus pada swasembada pangan. Maka investasi seperti ini sangat strategis dan akan kami dukung penuh,” jelas Ahmad Luthfi.

Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyambut baik kehadiran investasi besar ini. Ia melihatnya sebagai peluang emas untuk menggerakkan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kebanggaan bagi kami. Investasi ini bukan hanya skala kabupaten, tapi nasional. Ini bisa menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Brebes,” tutup Paramitha.

Jadwal Pelaksanaan

Persiapan lahan secara fisik melalui proses cut and fill direncanakan dimulai pada Juni 2026. PT GDB menargetkan pembangunan fisik selesai dan operasional dimulai pada akhir 2027, dengan first milking atau pemerahan perdana diproyeksikan pada Desember 2027. Jika berjalan sesuai rencana, mega farm ini tidak hanya akan mengubah lanskap peternakan sapi perah nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas di tingkat daerah.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar