Hashim Djojohadikusumo Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Gangguan Ibadah

- Minggu, 19 April 2026 | 20:00 WIB
Hashim Djojohadikusumo Desak Penegakan Hukum Tegas untuk Gangguan Ibadah

PARADAPOS.COM - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyerukan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap aksi intoleransi dan penggangguan aktivitas ibadah. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah pidato virtual, menanggapi maraknya insiden yang berpotensi merusak kerukunan nasional, termasuk kasus terkini di Tangerang. Hashim mendesak Kepolisian RI dan Kejaksaan Agung untuk secara konsisten menjalankan peran menjaga ketertiban dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Desakan untuk Aparat Penegak Hukum

Dalam sambutannya yang disiarkan secara luas, Hashim, yang juga dikenal sebagai adik Presiden Prabowo Subianto, secara khusus menyoroti kewenangan institusi penegak hukum. Ia menekankan bahwa gangguan terhadap kebebasan beribadah bukan sekedar pelanggaran norma sosial, melainkan tindak pidana yang diatur jelas dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Oleh karena itu, tanggung jawab utama untuk mencegah dan mengatasi hal ini berada di pundak aparat.

“Setiap kali ada ibadah yang diganggu, itu merupakan tindakan pidana,” tegasnya.

Pernyataan ini bukan sekadar pengingat, melainkan sebuah seruan agar aturan yang ada benar-benar ditegakkan di lapangan. Hashim tampaknya ingin menekankan bahwa tanpa konsistensi penindakan, kasus serupa berisiko terus berulang dan pada akhirnya mengikis fondasi persatuan bangsa yang telah dibangun.

Peran Aktif Masyarakat Sipil

Di luar institusi formal, Hashim juga melihat peran krusial dari elemen masyarakat. Ia secara khusus meminta dukungan dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS), yang anggotanya tersebar hingga ke tingkat akar rumput, untuk menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Saya mohon bantuan seluruh anggota ABPEDNAS untuk membantu pemerintah, Kejaksaan Agung, dan Polri agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga. Ini hal yang sangat penting,” tandasnya.

Ajakan ini mengisyaratkan pendekatan yang komprehensif, di mana penegakan hukum dari atas perlu dibarengi dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari bawah. Kolaborasi semacam ini dianggap vital untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar kondusif bagi kerukunan umat beragama.

Konteks dan Urgensi Pernyataan

Pernyataan Hashim ini disampaikan bukan dalam ruang hampa. Ia secara gamblang menyebutkan bahwa laporan mengenai kasus intoleransi nyaris terdengar setiap hari, dengan merujuk insiden penggangguan tempat ibadah di Tangerang yang terjadi pekan sebelumnya. Referensi terhadap kasus spesifik ini memberikan konteks yang konkret dan menunjukkan urgensi dari seruannya.

Sebagai seorang figur publik dengan latar belakang yang dikenal, sorotannya terhadap isu sensitif ini tentu membawa bobot tertentu. Pesan yang disampaikan terlihat jelas: menjaga kebebasan beribadah adalah prinsip dasar yang tidak bisa ditawar, dan penegakan hukum yang adil serta merata adalah kunci untuk menjaminnya. Tindak lanjut dari aparat terkait kini menjadi hal yang ditunggu untuk menguji komitmen tersebut.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar